ARYA (2026) REPRSENTASI KONFLIK PADA FILM BILA ESOK IBU TIADA (ANALISIS SEMIOTKA CHARLES SANDERS PEIRCE). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
ARYA (B 501 21 182). REPRESENTASI KONFLIK PADA FILM BILA ESOK
IBU TIADA (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PERICE).
Program Studi Ilmu Komunikasi Jurusan Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, Universitas Tadulako di bawah bimbingan Muhammad Isa Yusaputra
dan Kudratullah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi konflik keluarga
dalam film Bila Esok Ibu Tiada. Film sebagai media massa tidak hanya berfungsi
sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana konstruksi realitas sosial, termasuk
dalam menggambarkan dinamika hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce
yang berfokus pada hubungan sign (tanda), object (objek), dan interpretant
(makna), serta mengklasifikasikan tanda ke dalam icon (ikon), index (indeks), dan
symbol (simbol). Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog,
ekspresi, gestur, dan elemen visual yang terdapat dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik keluarga direpresentasikan sebagai
proses yang kompleks dan berkembang secara bertahap. Konflik muncul dari
perbedaan pandangan antaranggota keluarga, ketimpangan peran, serta kurangnya
komunikasi dan keterbukaan, khususnya terkait kondisi ibu. Analisis menunjukkan
bahwa ikon tampak melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan visual tokoh yang
secara langsung menggambarkan kondisi emosional. Indeks ditunjukkan melalui
air mata, keheningan, nada bicara, serta tindakan seperti membanting pintu yang
mengindikasikan adanya ketegangan dan konflik. Sementara itu, simbol
diwujudkan melalui unsur-unsur seperti rumah, meja makan, dan sosok ibu yang
melambangkan kebersamaan, kasih sayang, serta persatuan keluarga. Konflik
mencapai puncaknya ketika ibu meninggal dunia, yang memperlihatkan akumulasi
emosi berupa kemarahan, kekecewaan, penyesalan, dan kelelahan. Dengan
demikian, film ini merepresentasikan konflik keluarga sebagai fenomena yang
realistis dan sarat makna, sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi, empati,
dan saling memahami dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Kata kunci: Representasi, Konflik Keluarga, Film, Semiotika Charles Sanders
Peirce
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 05:14 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 05:14 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158329 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

