Profil Perkembangajn Embrio Ayam Kampung Selama Masa Inkubasi

SUKIRMAN A MANGGE (2026) Profil Perkembangajn Embrio Ayam Kampung Selama Masa Inkubasi. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sukirman A. Mangge (O121 21 063) Profil Perkembangan Embrio Ayam Kampung selama Masa Inkubasi (di bawah bimbingan Hafsah dan Yulius Duma, 2026).
Ayam kampung memiliki peran strategis sebagai penyedia protein hewani, namun produktivitasnya terkendala oleh efisiensi penetasan yang rendah pada sistem tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan profil perkembangan embrio ayam kampung selama 20 hari masa inkubasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental deskriptif dengan pengamatan destruktif (pemecahan telur) dan non-destruktif (candling). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Unggas, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Kota Palu, pada tanggal 2-22 Oktober 2025. Bahan utama yang digunakan adalah 70 butir telur tetas ayam kampung, yang diperoleh dari peternak lokal di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Variabel yang diamati yaitu bobot telur tetas, tahapan perkembangan organ embrio, dan bobot tetas (DOC). Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan rataan penyusutan bobot dan morfologi embrio setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan embrio terbagi menjadi tiga fase: Fase diferensiasi (hari ke 1-7) yang ditandai dengan pembentukan sistem vaskular dan organ primer, di mana diameter rongga udara meningkat signifikan dari 6,85 mm menjadi 20,04 mm. Fase pertumbuhan (hari ke 8-14) terjadi peningkatan biomassa, di mana bobot embrio melonjak drastis dari 1,60 g menjadi 13,03g. Fase pematangan (hari ke 15-20) yang ditandai dengan penyerapan kuning telur dan persiapan respirasi paru dengan bobot embrio mencapai puncaknya sebesar 26,68g. Kesimpulan dari penelitian ini adalah profil perkembangan embrio ayam kampung mengikuti pola kronologis yang konsisten dengan titik kritis pada fase diferensiasi awal dan tahap pipping, proses inikubasi dalam penelitian ini rata-rata bobot telur tetas 48,51g menghasilkan bobot tetas (DOC) sebesar 32,63g.

Kata Kunci: Ayam kampung, bobot tetas, embrio, telur tetas

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
S Agriculture > Peternakan
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:40
Last Modified: 23 Sep 2026 06:40
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158435
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item