TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN SEPIHAK PEMESANAN GO-FOOD OLEH CUSTOMER ( Studi Kasus Di Kota Palu )

OKTAFEIYEN (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN SEPIHAK PEMESANAN GO-FOOD OLEH CUSTOMER ( Studi Kasus Di Kota Palu ). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

OKTAFEIYEN, D 101 21 380, Tinjauan Yuridis Terhadap Pembatalan
Sepihak Pemesanan Go-Food oleh Customer ( Studi Kasus di Kota Palu ),
Pembimbing I : Prof. Dr. Sutarman Yodo, S.H.,M.H, Pembimbing II : Maulana
Amin Tahir, S.H.,M.H
Penelitian ini secara empiris mengkaji praktik pembatalan sepihak pemesanan GoFood oleh customer di Kota Palu serta implikasi hukumnya bagi driver. Hasil
penelitian lapangan menunjukkan bahwa pembatalan sepihak masih sering terjadi,
khususnya setelah driver memproses atau membeli pesanan, dan menimbulkan
kerugian nyata bagi driver. Perlindungan hukum yang tersedia bagi driver belum
berjalan secara optimal, baik dalam bentuk perlindungan preventif maupun represif.
Perlindungan preventif, seperti pembatasan pembatalan setelah driver
melaksanakan prestasi atau pemberian konsekuensi bagi customer, belum
diterapkan secara efektif dalam sistem aplikasi. Sementara itu, perlindungan
represif melalui mekanisme kompensasi internal perusahaan sering kali tidak
sepenuhnya memulihkan kerugian yang dialami driver. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui tinjauan hukum terhadap pembatalan sepihak pemesanan GoFood oleh customer serta bentuk perlindungan dan upaya hukum yang dapat
ditempuh oleh driver atas kerugian yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan,
konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan mitra driver
Go-Food di Kota Palu serta studi kepustakaan terhadap peraturan perundangundangan dan literatur hukum yang relevan. Analisis data dilakukan secara
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan sepihak yang
dilakukan customer setelah terjadinya kesepakatan elektronik memenuhi unsur
wanprestasi karena melanggar asas itikad baik dan kewajiban dalam perjanjian.
Kerugian yang dialami driver meliputi kerugian finansial, tenaga, waktu, serta
hilangnya kesempatan menerima pesanan lain. Oleh karena itu, diperlukan
penguatan perlindungan hukum melalui pengaturan yang lebih tegas terhadap
pembatalan sepihak dalam transaksi elektronik serta penegasan tanggung jawab
customer guna menciptakan keseimbangan hak dan kewajiban antara driver,
customer, dan perusahaan aplikasi.
Kata Kunci: Go-Food, pembatalan sepihak, wanprestasi, perlindungan
hukum, hukum perdata.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:47
Last Modified: 23 Sep 2026 06:48
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158437
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item