EVALUASI KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN EKSISTING TERHADAP RENCANA TATA RUANG DAN ZONA BENCANA DI KELURAHAN LERE KOTA PALU

NANDA HUDY PRAYOGA (2026) EVALUASI KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN EKSISTING TERHADAP RENCANA TATA RUANG DAN ZONA BENCANA DI KELURAHAN LERE KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
NANDA HUDY PRAYOGA (F23119138) dengan judul skripsi “EVALUASI
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN EKSISTING TERHADAP
RENCANA TATA RUANG DAN ZONA BENCANA DI KELURAHAN
LERE KOTA PALU” Dibimbing oleh “Luthfi dan Fitriah Fajar Maghfirah”
Peristiwa bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi pada 28 September 2018 di
Kota Palu memicu perubahan radikal terhadap morfologi pantai dan kelayakan
ekologis wilayah pesisir. Kelurahan Lere, sebagai kawasan pesisir padat aktivitas,
menghadapi dilema antara pemulihan ekonomi perkotaan dan jaminan keselamatan
jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian spasial pemanfaatan
lahan terhadap Rencana Detail Tata Ruang Kota Palu dan Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Kelurahan Lere. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif
kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis tumpang
susun (overlay). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total luas wilayah 125,50
Hektar, pemanfaatan lahan eksisting didominasi oleh permukiman seluas 54,20
Hektar (43,19%) dan kegiatan perdagangan dan jasa seluas 22,15 Hektar (17,65%).
Evaluasi terhadap RDTR menunjukkan tingkat kesesuaian (Match) sebesar 89,45
Hektar (71,27%), sedangkan tingkat ketidaksesuaian (Mismatch) mencapai 36,05
Hektar (28,73%) yang didominasi oleh okupasi ruang ilegal untuk perdagangan
informal dan hunian liar di Sub-Zona Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Zona
Perlindungan Setempat. Sementara itu, evaluasi terhadap peta KRB Tsunami
mengidentifikasi adanya pelanggaran lahan terbangun kritis seluas 14,85 Hektar di
dalam radius keselamatan 0–200 meter dari garis pantai, yang terdiri atas hunian
nelayan tradisional seluas 9,20 Hektar dan aktivitas perdagangan informal seluas
5,65 Hektar. Hasil ini menegaskan urgensi penegakan hukum tata ruang yang lebih
ketat serta pentingnya harmonisasi regulasi antara dokumen tata ruang dan peta
mitigasi bencana demi menekan risiko bencana di masa depan.
Kata Kunci: Pemanfaatan Lahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Kesesuaian
Lahan, Kawasan Rawan Bencana.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 24 Sep 2026 07:53
Last Modified: 24 Sep 2026 07:53
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158465
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item