ABDY NUSANTARA HM (2026) STUDI ANALISA PERENCANAAN SISTEM PROTEKSI PETIR KONVENSIONAL DAN ELEKTROSTATIS PADA GEDUNG SMPN 10 PALU MENGGUNAKAN METODE ROLLING SPHERE DAN COLLECTION VOLUME. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Petir merupakan fenomena alam yang berpotensi menimbulkan kerusakan
pada bangunan, peralatan listrik, serta membahayakan keselamatan manusia.
Gedung SMPN 10 Palu sebagai fasilitas pendidikan yang berada di wilayah dengan
potensi sambaran petir yang cukup tinggi yang belum memiliki sistem proteksi petir
yang memadai, sehingga diperlukan perencanaan sistem proteksi petir yang sesuai
dengan karakteristik kompleks bangunan, faktor resiko, dan biaya ekonomisnya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan sistem proteksi petir pada Gedung
SMPN 10 Palu, merancang sistem proteksi petir tipe konvensional menggunakan
metode Rolling Sphere, merancang sistem proteksi petir tipe elektrostatis
menggunakan metode Collection Volume, serta membandingkan efektivitas kedua
sistem berdasarkan aspek teknis dan biaya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data
dimensi bangunan, data hari guruh Kota Palu dari BMKG, data arus puncak petir,
serta standar SNI-03-7015-2004, IEC 62305, NFPA 780 : 2020. Analisis dilakukan
melalui perhitungan parameter proteksi, pemodelan zona perlindungan, sistem
perlindungan, sistem pentanahan, serta menyusun anggaran biaya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa gedung SMPN 10 Palu memiliki nilai daerah proteksi
ekuivalen (Ae) sebesar 23.360,323 m², kerapatan sambaran petir (Ng) sebesar 5,54
sambaran /km²/tahun, frekuensi sambaran petir langsung (Nd) sebesar 0,129
sambaran/tahun, dan efisiensi proteksi sebesar 99,76% sehingga termasuk tingkat
Proteksi Level 1. Sistem proteksi tipe konvensional memerlukan 19 titik finial
dengan radius proteksi 16 meter, sedangkan Sistem proteksi tipe elektrostatis
mampu memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas hanya dengan 2
terminal ESE , yang memiliki radius proteksi sekitar 79,09 meter. Dari segi biaya,
Sistem proteksi petir tipe konvensional membutuhkan anggaran sebesar
Rp8.691.000, sedangkan Sistem proteksi petir tipe elektrostatis membutuhkan
anggaran sebesar Rp18.423.000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sistem
proteksi petir tipe konvensional lebih efektif diterapkan pada Gedung SMPN 10
Palu berdasarkan efisiensi biaya, sedangkan sistem proteksi petir tipe elektrostatis
lebih unggul berdasarkan cakupan area perlindungan.
Kata kunci : sistem proteksi petir, Rolling Sphere, Collection Volume,
Konvensional, Elektrostatis.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Elektro T Technology > Teknik Elektro |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Elektro Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Elektro |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:01 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:01 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158500 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

