I GUSTI AYU NGURAH SUKMA DEWI (2026) PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN WIDURI (Calotropis Gigantea L.) DAN TEPUNG KAOLIN TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA KUTU DAUN (Aphis Gossypii Glover.) PADA CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
I gusti ayu ngurah sukma dewi (E28122401). Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Widuri (Calotropis Gigantea L.) Dan Tepung Kaolin Terhadap Kepadatan Populasi Dan Intensitas Serangan Hama Kutu Daun (Aphis Gossypii Glover). Pada Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) (Dibimbing oleh ibu Nur Khasanah dan Bapak Mohammad Yunus, 2026).
Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) termasuk dalam komoditi holtikultura yang buahnya memiliki kandungan gizi cukup tinggi terutama kandungan vitamin A dan C. Penyebab produksi cabai rawit merah menurun setiap tahun diduga ada beberapa permasalahan terkait faktor-faktor produksi usaha tani cabai rawit merah seperti: perubahan iklim tidak menentu, hama dan penyakit menyerang tanaman cabai rawit dan pengolahan lahan untuk budidaya tanaman. Suatu konsep dalam pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah penggunaan pestisida nabati sehingga konservasi tetap terjaga. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun widuru (C. gigantea) terhadap kepadatan populasi dan intensitas serangan kutu daun Aphis gossypii serta produksi cabai rawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), 6 taraf perlakuan dan 4 kelompok pada setiap perlakuan P0-(kontrol), P+(Abamektin), P1 (5g ekstrak +1000ml air), P2 (10g ekstrak+1000ml air), P3 (20g ekstrak+1000ml air), P4 (40g ekstrak+1000ml air), Sehingga didapatkan sebanyak 24 bedengan, maka terdapat 24 bedengan. Dengan total populasi setiap bedeng sebanyak 24 tanaman dan 576 populasi untuk jumlah keseluruhan populasi tanaman. Sehingga hasil yang di dapatkan pada saat pengaplikasian ekstrak (Calotropis gigantea) dalam 7 kali pengamatan konsentrasi yang paling berpengaruh dalam menekan kepadatan populasi dan intensitas serangaan
Aphis gossyipii yaitu perlakuan konsentrasi P4, dengan hasil pengamatan kepadatan populasi (55 HST =6,34a, 65 HST =6,09a, 75 HST =4,81a, 85 HST =4,56a). Hasil yang didapatkan pada pengamatan intensitas serangan (45 HST =25b, 55 HST =8,75a, 65 HST =11,88a, 75 HST =10,63a, 85 HST =14,38a). Sedangkan perlakuan yang tidak memiliki pengaruh nyata terdapat pada perlakuan uji negatif (P0-). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak widuri (Calotropis gigantea) dapat menjadi salah satu alternatif pestisida nabati untuk mengendalikan atau menekan kepadatan populasi dan intensitas serangan dari hama Aphis gossyipii.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:21 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:21 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158503 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

