STRUKTUR DAN FUNGSI BANGUNAN ‘GAMPIRI’ (DALAM TINJAUAN ANTROPOLOGI ARSITEKTUR)

ABDUL MURAD (2026) STRUKTUR DAN FUNGSI BANGUNAN ‘GAMPIRI’ (DALAM TINJAUAN ANTROPOLOGI ARSITEKTUR). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Abdul Murad B 301 17 137. Skripsi “Struktur Dan Fungsi Bangunan ‘Gampiri’ (Dalam Tinjauan Antropologi Arsitektur)” dibimbing oleh Muhammad Marzuki selaku pembimbing utama dan Resmiwati Selaku pembimbing pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan fungsi bangunan 'Gampiri' di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, dalam perspektif antropologi arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan warga yang memiliki pengetahuan tentang 'Gampiri', serta analisis dokumentasi.
Lokasi penelitian berada di Desa Watunonju, yang dipilih karena masih terdapat bangunan 'Gampiri' yang terletak di Situs Megalit Taman Purbakala Watunonju. Subjek penelitian adalah masyarakat Desa Watunonju yang terdiri dari 455 kepala keluarga dengan total populasi 1.454 jiwa. Penentuan informan dilakukan dengan metode purposive sampling, memilih tokoh masyarakat dan warga yang dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang arsitektur dan fungsi bangunan 'Gampiri'.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 'Gampiri' memiliki peran penting sebagai lumbung padi tradisional, yang mencerminkan pola sosial yang merata dalam tanggung jawab penyimpanan hasil panen di masyarakat Desa Watunonju. Selain itu, 'Gampiri' juga berfungsi sebagai simbol identitas dan kebanggaan budaya, mencerminkan nilai-nilai tradisional dan warisan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Meskipun peran praktis 'Gampiri' dalam kehidupan sehari-hari mulai berkurang sejak tahun 1990-an akibat kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat, bangunan ini tetap menjadi cagar budaya yang penting.
Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian 'Gampiri' sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan kebanggaan budaya lokal. Kesadaran akan pelestarian budaya ini tercermin dalam usaha masyarakat Desa Watunonju untuk mempertahankan 'Gampiri' sebagai penanda sejarah dan kebudayaan desa mereka. Sebagai cagar budaya, 'Gampiri' tidak hanya menjadi bagian dari lanskap fisik desa tetapi juga bagian integral dari identitas kolektif yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:52
Last Modified: 30 Sep 2026 07:52
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158539
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item