KEANEKARAGAMAN JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA HABITAT PALEM Pigafetta Elata DI TAMAN NASIONAL LORE LINDU

RINALDI MALIK (2026) KEANEKARAGAMAN JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA HABITAT PALEM Pigafetta Elata DI TAMAN NASIONAL LORE LINDU. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK RINALDI MALIK – E 202 24 014 Keanekaragaman Jenis Fungi Mikoriza Arbuskular Pada Habitat Palem Pigafetta elata Di Taman Nasional Lore Lindu . Dibimbing oleh Yusran dan Rukmi. Pigafetta elata merupakan tumbuhan khas Sulawesi yang termasuk dalam suku Aracaceae (Pinang). Kelompok palem berperan dalam menjaga stabilitas ekosistem hutan melalui fungsi sebagai penyedia penutup tajuk, pengendali erosi tanah, serta sumber pakan dan habitat bagi berbagai jenis satwa liar. Pigafetta elata terancam oleh alih fungsi lahan, degradasi habitat ataupun bencana alam, sehingga langkah-langkah konservasi dan restorasi menjadi penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis fungi mikoriza arbuskular (FMA), menganalisis kepadatan spora, dan menilai tingkat kolonisasi FMA pada akar Pigafetta elata serta menganalisis sifat fisik dan kimia tanah dihabitat Pigafetta elata Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 sampai dengan Oktober 2025. Sampel tanah dan akar Pigafetta elata dikumpulkan di habitatnya di Desa Puroo Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi dan di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. Sampel tanah dianalisis untuk mengidentifikasi morfospesies FMA, menghitung kepadatan spora, dan analisis akar untuk menentukan persentase kolonisasi akar yang dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan, institute Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat. Analisis sifat fisik dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Puroo ditemukan 3 morfospesies FMA dari 2 genus (Acaulospora dan Glomus), dengan kepadatan spora 5 spora/20 g tanah dan tingkat kolonisasi akar 49,56%. Sebaliknya, di Desa Sedoa ditemukan 17 morfospesies dari 3 genus (Acaulospora, Glomus, dan Gigaspora), dengan kepadatan spora 47 spora/20 g tanah dan tingkat kolonisasi 45,84%. Perbedaan ini berkaitan dengan kondisi edafik: Puroo memiliki pH mendekati netral (6,30), C-organik tinggi (4,15%), dan porositas baik (55,86%), sedangkan Sedoa memiliki pH masam (4,48), C-organik sedang (2,16%), dan porositas lebih rendah (45,84%). Penelitian ini mengungkapkan adanya trade-off ekologis pada komunitas FMA. Pada habitat dengan kondisi tanah mendukung (Puroo), FMA menginvestasikan energi pada kolonisasi akar. Sebaliknya, pada habitat tertekan (Sedoa), FMA lebih banyak memproduksi spora sebagai strategi bertahan hidup. Temuan ini memberikan informasi dasar bagi upaya konservasi Pigafetta elata dan pemanfaatan FMA sebagai agen restorasi ekosistem. Kata Kunci: Pigafetta elata; Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA);Taman Nasional Lore Lindu; Keragaman Jenis; Kepadatan Spora; Kolonisasi Akar; Sifat Tanah.

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian
S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian
Date Deposited: 01 Oct 2026 05:34
Last Modified: 01 Oct 2026 05:34
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158547
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item