MUKAMAL (2026) UJI MORTALITAS DAN DAYA HAMBAT MAKAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona Squamosa Linn.) TERHADAP ULAT GRAYAK Spodoptera Frugiperda J.E.Smith (LEPIDOPTERA : NOCTUIDAE). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Abstrak
Ulat grayak Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif baru yang tengah
mewabah dan menjadi ancaman serius bagi pertanaman jagung di Indonesia,
termasuk di wilayah Sulawesi Tengah. Hama ini merusak tanaman jagung
mulai dari fase vegetatif hingga generatif, dengan tingkat kerusakan tertinggi
pada fase vegetatif. Pengendalian oleh petani umumnya masih bertumpu pada
insektisida kimia sintetik yang berdampak buruk bagi lingkungan. Untuk
meminimalkannya, diperlukan alternatif yang aman seperti penggunaan
pestisida nabati dari daun srikaya (Annona squamosa L.) yang mengandung
senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui mortalitas dan daya hambat makan ekstrak daun
srikaya terhadap larva S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium
Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu,
dari bulan Juli 2024 sampai Januari 2025. Metode yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak daun
srikaya dan 1 tanpa perlakuan kontrol masing-masing diulang 4 kali, sehingga
diperoleh 24 unit percobaan. Konsentrasi ekstrak kental daun srikaya yang
diuji adalah P0 (Kontrol), P1 (6 g/40 ml), P2 (3 g/40 ml), P3 (1,5 g/40 ml), P4
(0,75 g/40 ml), dan P5 (0,375 g/40 ml). Larva uji yang digunakan adalah larva
instar ketiga. Parameter yang diamati meliputi uji pendahuluan nilai LC50,
mortalitas larva pada 24, 48, dan 72 jam setelah aplikasi (JSA), serta daya
hambat makan (antifeedant) pada 3, 6, dan 9 JSA. Data dianalisis menggunakan
ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil
uji probit menunjukkan nilai LC50 sebesar 1,5 (sangat toksik). Pengujian
lanjutan menunjukkan ekstrak daun srikaya berpengaruh nyata terhadap
seluruh parameter. Perlakuan konsentrasi tertinggi P2 (3 g/40 ml) yang
mampu membunuh larva sebesar 58,75% pada pengamatan 48 jam setelah
aplikasi (JSA). Sementara itu, indeks daya hambat makan (antifeedant)
tertinggi juga dicapai oleh perlakuan P1 sebesar 43,76% pada pengamatan 9
JSA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun srikaya sangat efektif
menyebabkan mortalitas S. frugiperda, namun memiliki daya hambat makan
yang rendah.
Kata kunci: Spodoptera frugiperda, ekstrak daun srikaya, Mortalitas, daya
hambat makan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Kampus 2 Morowali > Agroteknologi |
| Divisions: | Kampus 2 Morowali > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:59 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:59 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158626 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

