SIFAT FISIKA TANAH DI KAWASAN WISATA DANAU TAMBING TAMAN NASIONAL LORE LINDU

ATHAYA RAISSA PUTRI (2026) SIFAT FISIKA TANAH DI KAWASAN WISATA DANAU TAMBING TAMAN NASIONAL LORE LINDU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ATHAYA RAISSA PUTRI – L13122163. Sifat Fisika Tanah Di Kawasan
Wisata Danau Tambing Taman Nasional Lore Lindu. Dibimbing oleh Ibu Sitti
Ramlah, dan Bapak Ir.Rizky Purnama.
Tanah merupakan komponen penting dalam ekosistem yang berperan sebagai
media pertumbuhan vegetasi, penyimpan dan penyalur air, serta pendukung
berbagai proses ekologis. Kondisi sifat fisika tanah dapat berbeda pada setiap lokasi
karena dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan, tutupan vegetasi, dan
penggunaan lahan. Danau Tambing atau Rano Kalimpaa merupakan salah satu
kawasan wisata alam di Taman Nasional Lore Lindu yang memiliki beberapa area
dengan karakteristik penggunaan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi sifat fisika tanah di Kawasan Wisata Danau Tambing, Taman
Nasional Lore Lindu.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2026. Pengambilan
sampel tanah dilakukan secara purposive sampling pada empat lokasi, yaitu area
vegetasi hutan, area sekitar musala, area tepi danau atau spot foto, dan area
berkemah. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0–20 cm dan dianalisis di
Laboratorium Unit Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.
Parameter yang dianalisis meliputi bulk density, particle density, porositas,
konduktivitas hidrolik jenuh, kadar air kondisi lapang, tekstur, dan warna tanah.
Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika tanah pada keempat lokasi
memiliki kondisi yang bervariasi. Nilai bulk density berkisar antara 0,90–1,45
g/cm³, particle density 2,22–2,34 g/cm³, porositas 35,82–59,64%, konduktivitas
hidrolik jenuh 4,22–16,17 cm/jam, dan kadar air kondisi lapang 28,08–42,36%.
Area vegetasi memiliki bulk density terendah serta porositas dan kadar air tertinggi.
Area sekitar musala memiliki konduktivitas hidrolik jenuh tertinggi, sedangkan
area berkemah memiliki bulk density tertinggi serta porositas dan kadar air
terendah. Tekstur tanah pada area vegetasi tergolong lempung, sedangkan area
sekitar musala, tepi danau, dan area berkemah tergolong lempung berpasir. Warna
tanah berkisar dari brown, dark yellowish brown, hingga very dark grayish brown.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sifat fisika tanah di
Kawasan Wisata Danau Tambing bervariasi pada setiap karakteristik lokasi
penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam
pengelolaan dan konservasi tanah guna mendukung kelestarian ekosistem dan
pengelolaan wisata berkelanjutan di Taman Nasional Lore Lindu.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 08 Oct 2026 06:08
Last Modified: 08 Oct 2026 06:08
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158641
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item