ANALISIS PENGGUNAAN SERAT SABUT KELAPA DAN GEOTEXTILE SEBAGAI BAHAN STABILISASI TERHADAP PERILAKU KUAT GESER TANAH TERLIKUEFASI DI DAERAH PETOBO LONGSORAN TENGAH

ILMIE APRILIA UTHARY (2026) ANALISIS PENGGUNAAN SERAT SABUT KELAPA DAN GEOTEXTILE SEBAGAI BAHAN STABILISASI TERHADAP PERILAKU KUAT GESER TANAH TERLIKUEFASI DI DAERAH PETOBO LONGSORAN TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Fenomena likuifaksi yang terjadi di kawasan Petobo, Kota Palu, pada tahun 2018 menyebabkan perubahan karakteristik tanah yang berpotensi menurunkan kestabilan dan daya dukung tanah. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan tanah melalui pemanfaatan serat sabut kelapa sebagai material stabilisasi alternatif dan geotextile sebagai material perkuatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi klasifikasi tanah Petobo A dan Petobo B berdasarkan sifat fisiknya serta menganalisis pengaruh penambahan serat sabut kelapa dan penggunaan geotextile terhadap kuat geser tanah. Penelitian dilakukan melalui pengujian sifat fisik tanah dan pengujian geser langsung (direct shear test) dengan variasi kadar serat sabut kelapa 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1%. Pengujian geotextile dilakukan pada antarmuka tanah–tanah dan tanah–rigid beton, baik tanpa maupun dengan kombinasi serat sabut kelapa 0,25?n 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tanah diklasifikasikan sebagai SP (Poorly Graded Sand) berdasarkan sistem USCS. Penambahan serat sabut kelapa meningkatkan kohesi tanah Petobo A dari 0,016 kg/cm² menjadi 0,107 kg/cm², sedangkan pada Petobo B meningkat dari 0,079 kg/cm² menjadi 0,123 kg/cm². Sudut geser dalam Petobo A meningkat sedikit dari 39,896° menjadi 40,739° dan selanjutnya cenderung konstan, sedangkan pada Petobo B meningkat dari 19,528° menjadi 29,132°. Penggunaan geotextile menunjukkan efektivitas yang dipengaruhi oleh posisi pemasangan dan karakteristik tanah. Kombinasi serat sabut kelapa 1?n geotextile menghasilkan kohesi optimum sebesar 0,155 kg/cm² pada Petobo A dengan geotextile di antarmuka tanah–tanah, sedangkan pada Petobo B kombinasi geotextile pada antarmuka tanah–rigid beton menghasilkan sudut geser dalam tertinggi sebesar 35,829°. Secara keseluruhan, efektivitas kombinasi serat sabut kelapa dan geotextile dipengaruhi oleh karakteristik tanah dan posisi pemasangan geotextile. Pada tanah Petobo A, kombinasi dengan geotextile pada antarmuka tanah–rigid beton meningkatkan kuat geser dibandingkan geotextile tanpa serat, namun belum melampaui penggunaan serat sabut kelapa tanpa geotextile. Sebaliknya, pada tanah Petobo B, kombinasi geotextile pada antarmuka tanah–rigid beton dengan kadar serat 1% memberikan peningkatan kuat geser yang paling tinggi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Sipil
T Technology > Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Sipil
Date Deposited: 14 Oct 2026 03:40
Last Modified: 14 Oct 2026 03:40
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158719
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item