RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH LEMBAH PALU (Allium Cepa L. Kelompok Aggregatum) PADA BERBAGAI JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK HAYATI

MAELAN SAFITRI (2026) RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH LEMBAH PALU (Allium Cepa L. Kelompok Aggregatum) PADA BERBAGAI JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK HAYATI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Maelan Safitri (E 281 21 089), Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Lembah
Palu (Alliu cepa L. Kelompok Aggregatum) Pada Berbagai Jenis Mulsa dan
Dosis Pupuk Hayati, (Dibimbing oleh Sri Anjar Lasmini da Ramal Yusuf ).
Bawang merah Varietas Lembah Palu adalah salah-satu sayuran unggulan
Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng
serta telah menjadi “brand local” Palu. Salah satu keunikan pada bawang ini yang
membedakan dengan bawang merah lainya adalah umbinya mempunyai tekstur
yang padat sehingga menghasilkan bawang yang berkualitas bagus, yaitu renyah
dan gurih serta aroma yang tidak berubah walaupun disimpan lama dalam wadah
yang tertutup . Selain itu, varietas ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena
permintaan pasar yang terus meningkat, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Keberadaan bawang merah lembah palu menjadi salah-satu penopang utama
perekonomian petani di wilayah tersebut Perkebunan. Salah-satu ciri khas bawang
merah Varietas Lembah Palu adalah umbinya yang padat, menghasilkan bawang
goreng yang renyah dan lezat, serta cita rasa yang tidak berubah meakipun
disimpan lama. Permasalahan Bawang Merah Varietas Lembah Palu yaitu
rendahnya produktivitas disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang
belum maksimal, oleh sebab itu perlu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan
hasil bawang merah varietas Lembah Palu, yaitu dengan pemberian berbagai macam
jenis mulsa dan pupuk hayati. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh
interaksi antara berbagai jenis mulsa dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan
dan hasil bawang merah, mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa yang terbaik
terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola factorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor
pertama adalah berbagai jenis mulsa (M) terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa mulsa
(MO), mulsa plastic (M1), dan mulsa jerami padi (M2). Faktor kedua adalah dosis
pupuk hayati yang terdiri dari 4 taraf yaitu (H1= 5g/ tanaman, H2= 10g/tanaman,
H3= 15 g/tanaman, dan H4= 20g/tanaman). Dengan demikian terdapat 12
kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit
percobaan. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi nyata antara pemberian
berbagai jenis mulsa dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman bawang merah. Kombinasi perlakuan mulsa jerami padi (M?) dan pupuk
hayati dosis 20 g/tanaman (H?) memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter
pengamatan, dengan hasil umbi tertinggi mencapai 9,57 ton/ha.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:11
Last Modified: 14 Oct 2026 05:11
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158722
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item