SYALSYA BILLAH KHAILILA (2026) ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM ISTILAH DI KALANGAN K-POP STUDI KASUS KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @PANNCAFE (KAJIAN SEMANTIK). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Syalsya Billah Khailila. 2026. “Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Istilah di Kalangan K-Pop Studi Kasus Komentar Akun Instagram @Panncafe (Kajian Semantik)”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing: (I) Moh.Tahir (II) Arum Pujining Tyas.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan makna konotatif pada istilah-istilah di kalangan K-Pop yang terdapat dalam kolom komentar akun Instagram @Panncafe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui sudut pandang kajian semantik. Data dalam penelitian ini berupa unit linguistik berwujud teks komentar warganet yang memuat istilah K-Pop, leksikon hibrida, metafora, serta kata konvensional yang mengalami pergeseran makna. Sumber data diperoleh secara langsung dari kolom komentar akun Instagram @Panncafe. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik tangkap layar (screenshot), dan teknik catat. Analisis data menerapkan metode padan pragmatis dengan mengacu pada sintesis teori semantik Stephen Ullmann (2012) dan Gorys Keraf (2009). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga puluh lima data istilah K-Pop yang teridentifikasi memiliki makna denotatif (leksikal/dasar) dan makna konotatif (kontekstual/nilai rasa). Berdasarkan analisis makna konotatif, temuan diklasifikasikan ke dalam dua kecenderungan nilai rasa: (I) Makna Amelioratif bernilai rasa positif sebanyak empat belas data (berlian, diborong, bersihin, parah, kapal, bias, sendal, taman bunga, ditebas, diperhalus, berisik, pecah, all-rounder, dan menyala) yang berfungsi untuk mengekspresikan pujian, euforia, kekaguman, serta sarana pembangun solidaritas internal sesama penggemar; (II) Makna Peyoratif bernilai rasa negatif sebanyak dua puluh satu data (dirujak, standar ganda, dibuang, kampung, nyai, ditendang, menggoreng, musang, menceburkan, suci, getah, irenk, pedes, panas, flop, kompor, nugu, redup, pahit, badai, dan ica) yang digunakan sebagai proyektil agresi verbal, sindiran, kritik pedas, serta strategi retoris menghindari automod platform digital. Kehadiran istilah-istilah ini membentuk sebuah
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 07:10 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 07:10 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158743 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

