LALA SRIYANTI S. NURDIN (2026) Remediasi Limbah Tailing Berdasarkan Perubahan Karakteristik Fisikokimia Dan Respon Bioindikator Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
REMEDIASI LIMBAH TAILING BERDASARKAN PERUBAHAN
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN RESPON BIOINDIKATOR TANAMAN
BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.)
Lala Sriyanti S. Nurdin1, Alricha2, Fatimah Maulida3
ABSTRAK
Limbah tailing hasil pengolahan bijih emas masih mengandung senyawa sianida yang bersifat toksik
sehingga memerlukan pengolahan sebelum dilepaskan ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh metode land farming dengan penambahan bakteri Pseudomonas aeruginosa
dan soil amendment terhadap penurunan kadar sianida, perubahan karakteristik fisikokimia media,
serta pertumbuhan tanaman bawang merah (Allium cepa L.) sebagai bioindikator. Penelitian
menggunakan metode eksperimen komperatif dengan tiga perlakuan soil amendment, yaitu biochar
sekam padi, pupuk kandang kambing, dan serbuk gergaji kayu selama 14 hari. Analisis data
dilakukan menggunakan uji Paired Samples T-Test, One-Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar sianida awal sebesar 0,050 mg/L menurun menjadi 0,016 mg/L
pada perlakuan biochar sekam padi dan serbuk gergaji kayu dengan efisiensi 68%, sedangkan
perlakuan pupuk kandang kambing memberikan hasil terbaik dengan kadar sianida 0,002 mg/L dan
efisiensi 96%. Selama proses remediasi, pH media pada perlakuan biochar sekam padi dan pupuk
kandang kambing meningkat dari 5-5,5 menjadi 6, sedangkan pada serbuk gergaji kayu relatif tetap.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa lama waktu remediasi berpengaruh signifikan terhadap
penurunan kadar sianida (Paired Samples T-Test p=0,014; One-Way ANOVA F=68,653; p=0,000),
dengan perbedaan nyata antara hari ke-14 terhadap hari ke-0 dan hari ke-7 berdasarkan uji Post Hoc
Tukey. Pertumbuhan bawang merah sebagai bioindikator juga menunjukkan hasil terbaik pada
perlakuan pupuk kandang kambing dengan rata-rata tinggi tanaman 22,17 cm pada minggu keempat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode land farming menggunakan Pseudomonas aeruginosa
dengan penambahan pupuk kandang kambing merupakan perlakuan yang paling efektif dalam
menurunkan kadar sianida sekaligus meningkatkan kualitas media tailing.
Kata kunci: Bioremediasi, Land farming, Limbah Tailing, Pseudomonas aeruginosa, Sianida
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan T Technology > Teknik Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 06:38 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 06:38 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158798 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

