FENOMENA MONEY POLITICS DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN UPAYA MEMBANGUN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI DESA KAMBANI KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

HAPSA AMIR (2026) FENOMENA MONEY POLITICS DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN UPAYA MEMBANGUN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI DESA KAMBANI KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hapsa Amir, (2026). “Fenomena Money Politics dalam Pemilihan Bupati dan Upaya Membangun Kesadaran Politik Masyarakat Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Di Desa Kambani Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan. Program Studi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, jurusan pendidikan ilmu pengetahuan social, Universitas Tadulako. Pembimbing: Windy Makmur, S.Pd., M.Pd.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik money politics dalam pemilihan bupati di Desa Kambani, mengetahui tanggapan masyarakat terhadap fenomena tersebut, serta menganalisis upaya pemerintah desa dalam membangun kesadaran politik masyarakat melalui perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tim sukses, dan masyarakat yang memiliki hak pilih. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik money politics masih terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pemberian uang tunai, sembako, dan bantuan tertentu untuk memengaruhi pilihan politik masyarakat. Praktik tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, rendahnya pemahaman politik, lemahnya pengawasan, serta anggapan bahwa politik uang merupakan kebiasaan dalam pemilihan. Tanggapan masyarakat beragam, yaitu menerima karena alasan ekonomi, bersikap apatis, dan menolak karena bertentangan dengan nilai demokrasi. Pemerintah desa berupaya mengurangi praktik tersebut melalui sosialisasi politik, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika politik melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membangun kesadaran politik masyarakat agar mampu berpartisipasi secara kritis, rasional, bertanggung jawab, serta menolak praktik politik transaksional demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas.

Kata kunci: Money politics, pemilihan bupati, pendidikan kewarganegaraan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Date Deposited: 20 Oct 2026 02:44
Last Modified: 20 Oct 2026 02:44
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158811
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item