AHMAD ANDI IRAWAN (2026) TERANG MENJADI GELAP ( LIFE HISTORY TIGA PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI KOTA PALU ). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Ahmad Andi Irawan, B 301 20 007, “Terang Menjadi Gelap”Life History Tiga
Penyandang Disabilitas Tunanetra di Kota Palu, Dibimbing oleh Ibu Siti Hajar
N. Aepu, sebagai pembimbing utama dan Ibu Hapsa, sebagai pembimbing
pendamping.
Penelitian ini mengungkap realitas kehidupan tiga penyandang
disabilitas tunanetra non bawaan sejak lahir melalui pendekatan life history untuk
menggambarkan proses kehidupan serta penyesuaian diri penyandang disabilitas
tunanetra di Kota Palu. Keterbatasan penglihatan pada penyandang disabilitas
tunanetra berdampak secara kompleks terhadap berbagai aspek kehidupan, baik
fisik, psikologis, maupun sosial. Salah satu aspek penting yang terdampak adalah
kebermaknaan hidup, yaitu kemampuan individu dalam menghayati, memahami,
dan memberi makna terhadap keberadaan serta pengalaman hidupnya. Adapun
rumusan masalah dari penelitian ini yaitu (1). Bagaimana kehidupan yang dijalani
oleh tiga penyandang disabilitas di Kota Palu, dan yang ke (2). Bagaimana
penyesuaian diri yang dilakukan oleh Syarifudin Bahrun, Sidieek dan Nur Intan
setelah mengalami buta permanen.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga
orang penyandang disabilitas tunanetra. Observasi dilakukan untuk melihat
aktivitas kehidupan sehari-hari informan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan
tempat mereka beraktivitas, sedangkan wawancara digunakan untuk menggali
pengalaman hidup, permasalahan, serta strategi penyesuaian diri yang mereka
lakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri, ketekunan,
pendidikan, serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran
penting dalam membantu penyandang tunanetra mencapai kemandirian dan
kehidupan yang bermakna. Proses penyesuaian diri yang positif memungkinkan
penyandang disabilitas tunanetra untuk tetap produktif dan berkontribusi dalam
masyarakat, sehingga disabilitas tidak menjadi penghalang utama dalam mencapai
kualitas hidup yang lebih baik. Ketunanetraan menyebabkan tiga keterbatasan
utama, yaitu keterbatasan dalam sebaran atau jenis pengalaman akibat hilangnya
akses visual, keterbatasan dalam beraktivitas di dalam lingkungan, serta
keterbatasan dalam interaksi sosial. Meskipun demikian, penyandang disabilitas
tunanetra yang memiliki kebermaknaan hidup mampu menghadapi tantangan
tersebut secara lebih adaptif, dengan menunjukkan sikap tanggung jawab, percaya
diri, dan optimisme dalam menjalani kehidupan.
Kata Kunci: Disabilitas Tunanetra, Penerimaan Diri, Penyesuaian Diri.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 06:59 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 06:59 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158818 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

