HUBUNGAN PELAKSANAAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU

THIFAMI ANDELINE KAIYA (2026) HUBUNGAN PELAKSANAAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Thifami Andeline Kaiya. Hubungan Pelaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse dengan Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. (di bawah bimbingan Muhammad Rizki Ashari) Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius ditandai dengan tingginya angkah insidensi, morbiditas, dan mortalitas yang memerlukan perhatian khusus serta intervensi berkelanjutan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pelaksanaan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) merupakan salah satu upaya penanggulangan TBC yang terbukti efektif secara global dalam mengatasi masalah penyakit TBC. Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara memiliki insidensi kasus TBC yang tinggi dan masih terdapat tantangan dalam mencapai keberhasilan pengobatan yang optimal. Kondisi ini menunjukan pentingnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang dapat mempengaruhi keberhasilan program TBC di Wilayah Kerja ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keteraturan pengobatan, pengetahuan tentang TBC dan DOTS, dan peranan PMO dengan keberhasilan pengobatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TBC yang telah berhasil pengobatan maupun gagal pada tahun 2023 yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara berjumlah sebanyak 53 orang, dengan kuesioner sebagai intrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel keteraturan pengobatan (p = 0,000), pengetahuan tentang TBC dan DOTS (p = 0,000), dan peranan PMO (p = 0,000) memiliki hubungan signifikan dengan keberhasilan pengobatan pasien TBC. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi Directly Observed Treatment Shortcourse memiliki hubungan signifikan dengan Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Kata Kunci : DOTS, Keberhasilan Pengobatan, TBC, Puskesmas

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 21 Oct 2026 02:05
Last Modified: 21 Oct 2026 02:05
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158828
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item