PENGARUH CENDAWAN DARK SEPTATE ENDOPHYTE (DSE) DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT(Capsicum Frutescens L)

NURUL KADRI (2026) PENGARUH CENDAWAN DARK SEPTATE ENDOPHYTE (DSE) DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT(Capsicum Frutescens L). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Nurul kadri (E 281 21 205) Pengaruh Cendawan DSE Dan Interval
Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsaicum frutescens
L.) (Di bimbing oleh Marhani, dan Syamsiar,2025).
Produksi cabai rawit di sulawesi tengah mengalami fluitasi, faktorfaktor yang menyebabkan produksi tanaman cabai rawit menurun yakni,
rendahnya tingkat kesuburan tanah. Berdasarkan hal tersebut, usaha
peningkatan cabai rawit di sulawesi tengah harus di lakukan dengan baik
yaitu dengan cara perbaikan teknik budidaya serta pemanfaatan Cendawan
DSE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian
Dosis Cendawan DSE dan Interval Penyiraman terhadap pertumbuhan
tanaman cabai rawit, mengetahui dosis cendawan DSE yang memberikan
pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit, mengetahui
interval penyiraman yang memberikan pengaruh terbaik terhadap
pertumbuhan tanaman cabai rawit. Penelitian ini di laksanakan di gren house
kebun akademik Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kelurahan Tondo,
Kecamatan Mantikulere, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tenggah. Waktu
penelitian dimulai dari bulan Oktober 2024 - Februari 2025. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktorial 2 faktor,
yang pertama yaitu konsentrasi isolat DSE yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 =
kontrol, K1= 20 ml/tanaman, K2 = 25 ml/tanaman, K3 = 30 ml/tanaman.
faktor yang kedua yaitu Interval penyiraman yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0
= Kontrol (tiap hari penyiraman), P1= 3 hari sekali, P2 = 6 hari sekali, P3 = 9
hari sekali. Yang di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 4x4x3 = 48 unit
percobaan. Berdasarkan BNJ 5?hwa dosis cendawan DSE 30 ml/tanaman
(K3) merupakan dosis yang terbaik dari semua parameter yang diamati.
Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa perlakuan P0K3 (tiap
hari penyiraman dan dosis cendawan 30 ml/tanaman) menunjukan rata-rata
hasil tertinggi pada semua parameter pengamatan. Semakin tinggi dosis
Cendawan DSE yang diberikan maka mampu meningkatkan tinggi tanaman,
jumlah daun, jumlah buah, bobot buah, volume akar, berat basah akar, dan
berat kering akar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 22 Oct 2026 06:54
Last Modified: 22 Oct 2026 06:54
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158872
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item