PEMANFAATAN NIRA AREN DI KELOMPOK TANI HUTAN HARMONIS DOLAGO PADA HUTAN KEMASYARAKAN DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH

THESA LEONI LAHOPE (2026) PEMANFAATAN NIRA AREN DI KELOMPOK TANI HUTAN HARMONIS DOLAGO PADA HUTAN KEMASYARAKAN DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Thesa Leoni Lahope, L131 22 137. Pemanfaatan Nira Aren di Kelompok Tani
Hutan Harmonis Dolago Pada Hutan Kemasyarakatan di Desa Dolago
Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Mautong Sulawesi Tengah. di Bimbing
Oleh Ibu Andi Sahri Alam dan Bapak Anwar
Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu bentuk pengelolaan
hutan yang memberikan akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan
secara lestari. Salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai
ekonomi tinggi adalah nira aren (Arenga pinnata Merr.), yang dapat diolah menjadi
gula aren. Di Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong,
sebagian anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Harmonis Dolago memanfaatkan
nira aren sebagai sumber pendapatan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Desa
Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi
Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Pengambilan responden dilakukan secara purposive
sampling terhadap anggota Kelompok Tani Hutan Harmonis Dolago yang aktif
mengusahakan gula aren. Data diperoleh melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data meliputi analisis biaya produksi,
penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point
(BEP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usaha gula aren
sebesar Rp.748.600 per bulan, yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp600.600 dan
biaya variabel sebesar Rp.148.000. Rata-rata produksi gula aren mencapai 140 kg
per bulan dengan harga jual Rp.20.000 per kilogram, sehingga menghasilkan
penerimaan sebesar Rp.2.800.000 per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi,
diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp.2.051.400 per bulan.Hasil analisis
kelayakan menunjukkan bahwa nilai R/C Ratio sebesar 3,7, yang berarti setiap
pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp3,70. Nilai
tersebut lebih besar dari satu (R/C > 1), sehingga usaha gula aren dinyatakan layak
dan menguntungkan untuk dikembangkan. Analisis Break Even Point (BEP)
menunjukkan bahwa titik impas produksi berada pada 37 kg per bulan, sedangkan
produksi aktual mencapai 140 kg per bulan. Sementara itu, BEP harga sebesar
Rp.5.344 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga jual aktual sebesar
Rp.20.000 per kilogram. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha gula aren berada
jauh di atas titik impas dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 26 Oct 2026 06:08
Last Modified: 26 Oct 2026 06:08
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158901
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item