ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI BERAS DI DESA PANTANGOLEMBA KECAMATAN POSO PESISIR SELATAN KABUPATEN POSO

CHETRINA SERE (2026) ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI BERAS DI DESA PANTANGOLEMBA KECAMATAN POSO PESISIR SELATAN KABUPATEN POSO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Beras merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Ketersediaan dan kelancaran distribusi beras sangat dipengaruhi oleh sistem rantai pasok yang melibatkan berbagai pelaku mulai dari petani hingga konsumen akhir. Pengelolaan rantai pasok yang baik diperlukan untuk menjamin kelancaran aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi serta menciptakan nilai tambah dan efisiensi pemasaran bagi setiap pelaku yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran rantai pasok beras, menganalisis nilai tambah pada penggilingan padi, serta menganalisis efisiensi pemasaran komoditi beras di Desa Pantangolemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso.
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 sampai Januari 2026. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Pantangolemba merupakan salah satu sentra produksi padi sawah yang memiliki pelaku rantai pasok beras yang lengkap. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk mengkaji rantai pasok, metode Hayami untuk menghitung nilai tambah, serta analisis margin pemasaran dan farmer’s share untuk mengukur efisiensi pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok beras di Desa Pantangolemba melibatkan petani padi, penggilingan, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Aliran produk bergerak dari petani ke penggilingan, kemudian ke pedagang pengecer dan kepada konsumen. Aliran keuangan mengalir dari konsumen kepada pedagang pengecer, penggilingan padi, dan akhirnya kepada petani. Aliran informasi berlangsung secara dua arah antar pelaku rantai pasok yang meliputi informasi harga, ketersediaan produk, dan permintaan pasar. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa pengolahan gabah menjadi beras mampu memberikan nilai tambah yang positif bagi penggilingan padi. Selain menghasilkan beras sebagai produk utama, proses pengolahan juga menghasilkan dedak sebagai produk sampingan yang turut meningkatkan nilai ekonomi. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa total margin pemasaran yang terbentuk sebesar Rp6.000/kg, sedangkan nilai farmer’s share sebesar 60%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sistem pemasaran beras di Desa Pantangolemba tergolong efisien karena petani masih memperoleh bagian harga yang relatif besar dari harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir. Dengan demikian, rantai pasok beras di Desa Pantangolemba telah berjalan cukup baik dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi pelaku yang terlibat.

Kata Kunci: Rantai Pasok, Nilai Tambah, Efesiensi, Farmer’s Share, Desa Pantangolemba

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis
S Agriculture > Agribisnis
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:27
Last Modified: 28 Oct 2026 02:27
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158944
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item