PERKEMBANGAN TRADISI POTONG GIGI NOKESO PADA MASYARAKAT KAILI DI DESA PELAWA BARU

HAYATUL HUSNA (2026) PERKEMBANGAN TRADISI POTONG GIGI NOKESO PADA MASYARAKAT KAILI DI DESA PELAWA BARU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hayatul Husna, 2026. Perkembangan Tradisi Potong Gigi Nokeso pada
Masyarakat Kaili di Desa Pelawa Baru. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Dr. Hasan, M.Hum. (2)
Dr. Minarni Nongtji, S.Pd., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tradisi potong gigi
Nokeso pada masyarakat Kaili di Desa Pelawa Baru serta mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Informan dalam penelitian ini terdiri atas kepala desa, tokoh adat, tokoh
masyarakat, serta masyarakat yang mengetahui dan pernah terlibat dalam
pelaksanaan tradisi Nokeso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai
perkembangan tradisi potong gigi Nokeso pada masyarakat Kaili di Desa Pelawa
Baru, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa tradisi Nokeso merupakan salah
satu warisan budaya masyarakat Kaili yang hingga saat ini masih dikenal dan
dihormati sebagai bagian dari identitas budaya. Namun, dalam perkembangannya,
tradisi tersebut mengalami perubahan yang ditandai dengan berkurangnya
frekuensi pelaksanaan, penyederhanaan tahapan prosesi adat, berkurangnya
keterlibatan masyarakat, serta semakin sedikitnya tokoh adat atau sando yang
memahami tata cara pelaksanaan secara utuh. Perubahan tersebut dipengaruhi
oleh perubahan pola kehidupan masyarakat, perkembangan pendidikan dan
teknologi, perkembangan pemahaman keagamaan, berkurangnya sando sebagai
pelaksana adat, serta rendahnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan
tradisi. Meskipun demikian, masyarakat masih memandang tradisi Nokeso sebagai
simbol kedewasaan, penghormatan terhadap adat, serta warisan budaya yang
memiliki nilai budaya, nilai kebersamaan, nilai tanggung jawab, nilai
penghormatan kepada orang tua, dan nilai pelestarian budaya yang perlu
dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Kata kunci: perkembangan tradisi, Nokeso, masyarakat Kaili, budaya lokal,
Desa Pelawa Baru

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Date Deposited: 29 Oct 2026 07:08
Last Modified: 29 Oct 2026 07:08
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158997
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item