Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Menggunakan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duchesne.) Dengan Dosis Berbeda

NUR'AIN ALIMUNDING (2026) Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Menggunakan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duchesne.) Dengan Dosis Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Nur’ain Alimunding (O27121005). Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia
reticulata) Menggunakan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata
Duchesne.) dengan Dosis Berbeda. (Andi Heryanti Rukka dan Madinawati,
2025).
Ikan guppy (Poecilia reticulata) jantan secara morfologi lebih menarik karena
memiliki bentuk tubuh lebih ramping dengan corak warna tubuh dan sirip yang
lebih beragam dibandingkan betina. Kendala dalam budidaya ikan guppy adalah
jumlah benih jantan yang dihasilkan dari pemijahan lebih sedikit dari benih betina,
dikarenakan perbandingan jumlah ikan jantan yang diperoleh dari pemijahan tidak
dapat dikendalikan sehingga tidak sesuai dengan yang diinginkan. Upaya untuk
mendapatkan persentase ikan guppy jantan lebih tinggi pada budidaya ikan guppy
yaitu metode maskulinisasi dengan memberikan hormon tertentu untuk mengubah
jenis kelamin secara buatan. Proses maskulinisasi dapat dilakukan dengan
pemberian hormon steroid 17?-metiltestosteron, namun penggunaan hormon
tersebut dapat menimbulkan efek karsinogenik dan pencemaran lingkungan. Oleh
karena itu, diperlukan bahan alami pengganti hormon sintesis, seperti ekstrak biji
labu kuning (Cucurbita moschata D.) yang mengandung fitosterol, senyawa steroid
alami yang dapat meningkatkan kadar testosterone dalam darah, karena tubuh akan
mengubah fitosterol menjadi testosteron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
persentase kelamin jantan anakan ikan guppy (P. reticulata) dari hasil perendaman
ekstrak biji labu kuning. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2025,
bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Petenakan
dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain
dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Induk
ikan guppy direndam dalam media yang diberi ekstrak biji labu kuning dosis
berbeda, yaitu perlakuan A (tanpa ekstrak biji labu kuning), perlakuan B (5 mg/L),
perlakuan C (6 mg/L), dan perlakuan D (7 mg/L). Perendaman dilakukan selama
24 jam. Setelah itu induk bunting dipelihara hingga melahirkan. Benih yang
dihasilkan dipelihara selama 45 hari kemudian diidentifikasi kelamin. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persentase anakan ikan guppy jantan tertinggi
didapatkan pada perlakuan D (7 mg/L) yaitu 76,43?n persentase terendah pada
perlakuan A (tanpa ekstrak biji labu kuning) yaitu 33,67%. Tingkat kelangsungan
hidup anakan ikan guppy tertinggi terdapat pada perlakuan C (6 mg/L) yaitu
82,62?n kelangsungan hidup terendah terdapat pada perlakuan D (7 mg/L) yaitu
80%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
pemberian ekstrak biji labu kuning dalam media perendaman induk bunting ikan
guppy (Poecilia reticulata) memberikan hasil persentase kelamin jantan anakan
ikan guppy lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (tanpa pemberian ekstrak biji
labu kuning).
Kata kunci : Ikan Guppy, Maskulinisasi, Ekstrak Biji Labu Kuning.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
S Agriculture > Akuakultur
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur
Date Deposited: 14 Jan 2026 06:30
Last Modified: 14 Jan 2026 06:30
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152457
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item