Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Melalui Perendaman Induk Dalam Larutan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangosta) Dengan Dosis Berbeda

ALDI Y. MAIYA (2026) Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Melalui Perendaman Induk Dalam Larutan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangosta) Dengan Dosis Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ALDI Y. MAIYA (O27121063) Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
melalui Perendaman Induk dalam Larutan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia
mangosta) dengan Dosis Berbeda. (Madinawati dan Andi Heryanti Rukka,
2025).
Ikan guppy (Poecilia reticulata) adalah jenis ikan hias yang populer untuk
dibudidayakan sebagai komoditas ekspor, ikan ini disukai karena mudah
dipelihara dan memiliki variasi warna yang menarik, terutama pada ikan jantan.
Kendala dalam budidaya ikan guppy adalah jumlah benih jantan yang dihasilkan
dari pemijahan biasanya rendah. Salah satu solusi yang digunakan adalah metode
maskulinisasi dengan rekayasa hormonal untuk mengubah jenis kelamin ikan
menjadi jantan. Maskulinisasi dilakukan dengan pemberian hormon
17?-methyltestosterone, namun hormon ini sudah dilarang penggunaannya karena
berpotensi merusak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan bahan alami
pengganti hormon sintetis, seperti ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana)
yang mengandung xanthone, senyawa yang berperan menjadi Aromatase inhibitor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat bagi perendaman
menggunakan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana), dalam meningkatkan
persentase kelamin jantan ikan guppy (P reticulata). Penelitan ini dilaksanakan
pada bulan Mei – Agustus 2025, bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan
Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu,
Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Induk ikan guppy direndam dalam
media yang diberi ekstrak kulit manggis dengan dosis berbeda yaitu, A tanpa
ekstrak kulit manggis (kontrol), B (5 mg/L), C (6 mg/L) dan D (7 mg/L).
Perendaman dilakukan selama 5 jam, setelah itu induk ikan guppy dipindahkan ke
wadah pemeliharaan hingga induk melahirkan. Larva yang telah lahir akan
dipelihara selama 45 hari hingga bisa diidentfikasi jantan atau betina. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persentasi ikan guppy jantan tertinggi didapatkan
pada dosis 5 mg/L yaitu 76,95%, dan persentase terendah pada perlakuan tanpa
ekstrak (kontrol) yaitu 30%.
Kata Kunci : Ikan Guppy, Maskulinisasi, Ekstrak Kulit Manggis

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
S Agriculture > Akuakultur
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur
Date Deposited: 14 Jan 2026 06:31
Last Modified: 14 Jan 2026 06:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152458
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item