KUALITAS MADU DARI LEBAH (Apis Cerana) DI KTH CINTA LESTARI DESA SIMORO, KECAMATAN GUMBASA, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH

SAHDAN SAPAR (2026) KUALITAS MADU DARI LEBAH (Apis Cerana) DI KTH CINTA LESTARI DESA SIMORO, KECAMATAN GUMBASA, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sahdan Sapar-L13121087 Kualitas Lebah Madu(Apis cerana) Di KTH Cinta
Lestari Desa Simoro, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi
Tengah. Sripsi ini disusun dibawah bimbingan dari Bapak Dr. Ir. Abdul
Hapid, S.Hut.,M.Sc dan bersama Ibu Asniati S.Hut., MP
Madu hutan adalah produk alami yang dihasilkan oleh lebah dari nektar
bunga liar yang tumbuh di lingkungan hutan. Berbeda dengan madu budidaya,
madu hutan umumnya berasal dari lebah liar seperti Apis cerana atau Apis dorsata
yang mengumpulkan nektar dari berbagai jenis tumbuhan hutan, sehingga
memiliki cita rasa dan karakteristik yang khas.
Di Desa Simoro, yang dikelilingi oleh hutan lebat dan kaya akan sumber
nektar, kelompok tani telah mengembangkan usaha madu hutan. Namun, kualitas
produk yang dihasilkan belum dievaluasi secara menyeluruh. Padahal, kualitas
madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga, teknik pengolahan, dan kondisi
lingkungan. Evaluasi terhadap kualitas madu sangat penting untuk mengetahui
potensi pasar, meningkatkan pendapatan petani, serta membantu kelompok tani
dalam mengidentifikasi aspek budidaya dan pengolahan yang perlu ditingkatkan
guna menghasilkan madu yang lebih bermutu dan kompetitif
Data dari hasil pengujian kualitas madu Apis cerana di analisis secara
deskriptif untuk mengetahui untuk mengetahui nilai rata-rata, standar deviasi dari
setiap parameter yang di amati, yaitu kadar air, kadar gula pereduksi dan kadar
keasaman. Analisi ini bertujuan untuk memberikan secara umum kualitas madu
hasil panen dari KTH Cinta Lestari, Desa Simoro. Selanjutnya, untuk mengetahui
kualitas madu yang di hasilkan sesuai dengan standar mutu nasional, dilakukan uji
statistik inferensial mengunakan one-sampel t-test. Uji ini dilakukan dengan
membandingkan rata-rata hasil pengujian masing-masing parameter dengan nilai
standar yang di tetapkan dalam SNI 8664:2018,
Sampel madu diambil dari peternak lokal dan diuji secara laboratorium di
Fakultas MIPA Universitas Tadulako. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar
air rata-rata sebesar 23,33%, melebihi batas maksimum yang ditetapkan SNI
(22%), yang disebabkan oleh waktu panen yang terlalu dini dan kelembapan
lingkungan. Kadar gula pereduksi menunjukkan nilai rata-rata 76,45%, melebihi
batas minimum SNI (65%), yang mencerminkan proses pematangan madu yang
baik. Sementara itu, keasaman madu mencapai rata-rata 59,53 meq/kg, melampaui
batas maksimum SNI (50 meq/kg), yang dapat mengindikasikan awal terjadinya
fermentasi.
Berdasarkan hasil tersebut, hanya parameter gula pereduksi yang memenuhi
standar mutu nasional, sementara kadar air dan keasaman perlu ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 14 Jan 2026 07:02
Last Modified: 14 Jan 2026 07:02
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152467
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item