SRI RESKY ANANDA BAKHTIAR (2026) Preferensi Habitat Burung Di Kawasan Hutan Adat Desa Marena Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Preferensi habitat merupakan kecenderungan (likelihood) suatu jenis satwa
tertentu untuk memilih sumberdaya yang tersedia dari beberapa alternatif pilihan
dalam ukuran luasan atau proporsi yang sama atau tertentu dan menunjukan hasil
perilaku suatu organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis - jenis
burung, bagaimana preferensi habitat burung, serta bagaimana struktur komunitas
burung di Kawasan Hutan Adat Desa Marena, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025 dengan menggunakan
metode point count beradius 50 meter. Pengamatan dilakukan pada dua tipe habitat,
yaitu kebun campuran (7 titik) dan sempadan sungai (10 titik), pada pagi hari
(06.00–09.00 WITA) dan sore hari (15.00–18.00 WITA) dengan tiga kali
pengulangan per titik. Parameter yang dicatat meliputi jenis burung dan kondisi
habitat.
Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 40 jenis burung dari 23 famili di
kedua tipe habitat, dengan 32 jenis di kebun campuran dan 30 jenis di sempadan
sungai. Jenis burung yang paling banyak ditemui di kedua habitat adalah Jalak
Tunggir Merah (Scissirostrum dubium), Cekakak Sungai (Todiramphus chloris),
dan Walet Sapi (Collocalia esculenta). Analisis preferensi habitat berdasarkan
tingkat kehadiran burung mengungkapkan bahwa 13 jenis burung lebih menyukai
kebun campuran, sedangkan 27 jenis menunjukkan preferensi tinggi terhadap
sempadan sungai.
Komunitas burung pada kebun campuran terdiri dari tujuh kelompok
makanan, dengan dominasi insektivora (14 spesies), diikuti frugivora (7 spesies),
nektarivora (3 spesies), frugivora - insektivora (2 spesies), karnivora akuatik (2
spesies), serta frugivora - granivora dan frugivora - karnivora masing-masing 1
spesies. Sementara itu, komunitas burung di sempadan sungai terdiri dari delapan
kelompok makanan, dengan dominasi insektivora (11 spesies), diikuti nektarivora
dan frugivora masing-masing 4 spesies, frugivora - insektivora (1 spesies),
frugivora–granivora (4 spesies), granivora (2 spesies), karnivora akuatik (2
spesies), dan karnivora (1 spesies).
Berdasarkan status konservasi burung menunjukkan empat jenis burung di
kawasan Hutan Adat Marena termasuk satwa dilindungi menurut PERMENLHK
No. P.106 Tahun 2018 dan tercantum dalam Appendix II CITES, jenis burung
tersebut adalah Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus), Julang Sulawesi
(Rhyticeros cassidix), Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus), dan
Serindit Sulawesi (Loriculus stigmatus). Sedangkan berdasarkan IUCN Red List,
sebagian besar spesies burung memiliki status risiko rendah (Least Concern)
dengan populasi relatif melimpah, sementara Julang Sulawesi dan Kangkareng
Sulawesi berstatus rentan (Vulnerable).
iv
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 05:50 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 05:50 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152507 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

