AUDI RAMADANI (2026) HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK ALERGI DI KELURAHAN MPANAU PADAWILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Latar belakang:Dermatitis Kontak Alergi (DKA) merupakan dermatitis yang terjadi akibatpajanan terhadap bahan alergen yang kontak/menempel pada kulit dimediasi oleh reaksihipersensitivitas tipe 4 Personal hygiene adalah upaya untuk menjaga kebersihan dankesehatan seseorang yang tidak mampu atau tidak tahu cara menjaga kebersihan dirinyasendiri. Personal hygiene adalah salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan dermatitiskontak alergi jika tidak di jaga dengan baik. Prevalensi terjadinya dermatitis kontak padanegara berkembang antara 20- 80%. Dermatitis sering terjadi pada negara yang beriklimtropis seperti IndonesiaBerbagai golongan umur, ras dan jenis kelamin dapat mengalamidermatitis karena sebelumnya pernah terpapar alergen.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara personal hygienedengan kejadian dermatitis kontak alergi di kelurahan mpanau pada wilayah kerja puskesmastawaeli kota palu.Metode: Penelitian menggunakan desain case control dengan total sampel 86 responden yangdibagi menjadi kelompok kasus (DKA) dan kontrol (tidak DKA). Sampel diperolehmenggunakan rumus Slovin. Variabel independen adalah personal hygiene, sedangkanvariabel dependen adalah kejadian DKA. Data personal hygiene dikumpulkan melaluikuesioner, dan data DKA diperoleh melalui rekam medis. Analisis dilakukan menggunakanuji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan odds ratio untuk mengukurkekuatan hubungan.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antarapersonal hygiene dan kejadian dermatitis kontak alergi (p-value = 0,000). Responden denganhigienitas buruk lebih banyak mengalami DKA (92,9%) dibandingkan responden denganhigienitas baik. Nilai Risk Ratio (RR) sebesar 10,214 menunjukkan bahwa individu denganpersonal hygiene buruk memiliki risiko lebih dari 10 kali lipat untuk mengalami DKAdibandingkan mereka yang memiliki personal hygiene baik.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan kejadiandermatitis kontak alergi. Personal hygiene buruk merupakan faktor risiko kuat bagi terjadinyaDKA di Kelurahan Mpanau. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan praktikkebersihan diri dalam upaya pencegahan penyakit kulit.Kata Kunci:Personal hygiene,Dermatitis kontak alergi,Penyakit kulit, Hipersensitivitas,
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kedokteran > Kedokteran R Medicine > Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kedokteran |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 03:39 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 03:39 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152574 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

