AGUNG RAHMAD SAPUTRA (2026) Representasi Cancel Culture Dalam Film Budi Pekerti. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Agung Rahmad Saputra, B 501 21 089, Skripsi: “Representasi Cancel Culture dalam Film Budi Pekerti” Jurusan Ilmu Komunikasi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Dibawah Bimbingan Citra Antasari dan Dyah Fitria Kartika Sari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi cancel culture dalam film Budi Pekerti melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Cancel culture merupakan fenomena sosial di mana individu atau kelompok mendapatkan pengucilan secara kolektif akibat tindakan atau ucapan yang dianggap menyimpang dari norma publik. Film Budi Pekerti dipilih karena secara eksplisit menggambarkan bagaimana seorang tokoh publik mengalami tekanan sosial dan digital akibat potongan video yang viral di media sosial. Tekanan sosial tersebut tercermin dalam bentuk pengucilan di lingkungan kerja yang terlihat di scene dua, tujuh dan sepuluh, selanjutnya kehilangan dukungan komunitas yang terlihat di scene sembilan dan sebelas, hingga sikap menjauh dari orang-orang terdekat pada scene enam, yang semuanya memperburuk kondisi psikologis tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes melalui dua tingkatan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap dua belas scene dalam film yang dianggap merepresentasikan cancel culture.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Budi Pekerti merepresentasikan cancel culture sebagai bentuk penghakiman sosial yang cepat dan masif di era digital. Pada tingkat denotasi, film menampilkan scene yang menunjukkan tekanan publik terhadap tokoh utama. Pada tingkat konotasi, terlihat bagaimana media sosial membentuk opini tanpa memperhitungkan konteks yang utuh. Sementara itu, pada tingkat mitos, cancel culture digambarkan sebagai bentuk kontrol sosial modern yang membungkus nilai-nilai keadilan, namun dalam praktiknya sering kali menciptakan ketidakadilan baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa film sebagai media komunikasi massa memiliki peran penting dalam merepresentasikan fenomena sosial kontemporer dan dapat menjadi alat reflektif dalam memahami dinamika masyarakat digital.
Kata kunci: Cancel Culture, Film Budi Pekerti, Semiotika, Roland Barthes.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 07:26 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 07:26 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152626 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

