RISKINA (2026) Pengaruh Pemberian Dosis Molase Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Sistem Bioflok. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Riskina (0 271 20 062). Pengaruh Pemberian Dosis Molase Berbeda
Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Sistem
Bioflok. Dr. Ir. Irawati Mei Widiastuti, M.Si dan Nur Hasanah, S.Pi., M.Si
(2025).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan karena memiliki
beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan ikan jenis lainnya. Permasalahan
yang sering terjadi dalam kegiatan budidaya ikan nila adalah tidak efisiennya
penggunaan pakan dan ketersediaan lahan yang semakin sempit serta kekurangan
air untuk budidaya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu menggunakan
teknologi bioflok. Teknologi bioflok dapat menurunkan limbah nitrogen
anorganik dari sisa pakan dan kotoran, menyediakan pakan tambahan berprotein,
serta meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Dalam sistem bioflok,
karbon yang ditambahkan umumnya berupa molase yang merupakan sumber
makanan bagi bakteri heterotrof. Penambahan molase dapat meningkatkan
ketersediaan sumber energi siap pakai yang berfungsi sebagai nutrisi bagi
pertumbuhan dan perkembangan bakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis
molase pada pembentukan flok terhadap pertumbuhan ikan nila dengan sistem
bioflok. Penelitian dilaksanakan selama 35 hari pada bulan September hingga
Oktober 2024 bertempat di PT. Darova Mina Indonesia, Desa Bahagia, Kec.
Palolo Kab. Sigi, Sulawesi Tengah. Organisme uji yang digunakan yaitu benih
ikan nila dengan bobot awal rata-rata 8 g sebanyak 200 ekor dengan padat tebar
10 ekor/ 20 liter air. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan, sehingga terdapat
20 unit satuan percobaan. Perlakuan yang di uji adalah penambahan molase pada
media dengan dosis yang berbeda, yang terdiri dari A= 0,15 g/L, B=0,20 g/L,
C=0,25 g/L, dan D=0,30 g/L. Pakan yang diberikan berupa pakan komersial
dengan kadar protein 30% sebanyak 3?ri total bobot tubuh ikan. Variabel
yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, survival rate (SR), feed
conversion ratio (FCR), volume flok, rasio C/N dan parameter kualitas air. Data
hasil pengamatan diolah menggunakan program software Microsoft excel 2010
dan Minitab 16.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dosis molase
0,20 g/L memberikan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi yaitu 7,98 g dan nilai
FCR terendah yaitu 1,54. Dosis molase 0,30 g/L menghasilkan SR tertinggi
sebesar 80% , dan dosis molase 0,25 g/L menghasilkan volume flok tertinggi yaitu
0,09 ml. Parameter kualitas air selama penelitian didapatkan rentan suhu berkisar
23-29°C, pH 7-8, oksigen terlarut (DO) 5-6 mg/L, dan amonia 1,26-2,16 mg/L.
Kata kunci: (Oreochromis niloticus), Molase, pertumbuhan, bioflok
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur S Agriculture > Akuakultur |
| Divisions: | Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 06:31 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 06:31 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152667 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

