STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN WITABURA (WITAPONDA DAN BUMI RAYA) DI KABUPATEN MOROWALI

RACHMITA TAMILY (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN WITABURA (WITAPONDA DAN BUMI RAYA) DI KABUPATEN MOROWALI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Rachmita Tamily (F23121032) dengan judul skripsi “Strategi Pengembangan
Kawasan Agropolitan Witabura (Witaponda dan Bumi Raya) di Kabupaten
Morowali”, dibimbing oleh Wildani Pingkan Suripurna Hamzens dan Rizkhi.
Kawasan Agropolitan Witabura di Kabupaten Morowali telah ditetapkan
dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai kawasan strategis
pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan. Namun demikian,
dinamika industrialisasi, tekanan konversi lahan, serta belum optimalnya
keterkaitan antara sistem produksi, pengolahan, dan distribusi pertanian
menyebabkan kawasan ini belum sepenuhnya berfungsi sebagai kawasan
agropolitan yang ideal. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan antara potensi
sumber daya pertanian yang dimiliki dengan kinerja pengelolaan kawasan di
lapangan, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang terarah, terintegrasi,
dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam,
sumber daya manusia dan kelembagaan, sumber daya buatan, serta daya dukung
dan kesesuaian lahan Kawasan Agropolitan Witabura, dan merumuskan strategi
pengembangannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara
mendalam dengan pemangku kepentingan terkait (Dinas Pertanian, Balai
Penyuluhan Pertanian, dan petani), serta telaah dokumen perencanaan wilayah.
Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif, Location Quotient (LQ) untuk
mengidentifikasi komoditas unggulan, analisis spasial, serta analisis SWOT
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Agropolitan Witabura
memiliki potensi pertanian yang kuat, terutama pada komoditas padi, kelapa sawit,
dan hortikultura, dengan dukungan agroklimat yang sesuai dan jaringan irigasi yang
relatif memadai. Kelembagaan petani telah terbentuk dan berfungsi dalam kegiatan
produksi, namun masih terbatas dalam penguatan nilai tambah dan pemasaran.
Permasalahan utama kawasan meliputi keterbatasan infrastruktur jalan tani dan
sarana pascapanen, belum berkembangnya agroindustri, serta meningkatnya
tekanan konversi lahan akibat pertumbuhan permukiman dan aktivitas industri.
Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan Kawasan Agropolitan
Witabura diarahkan pada pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang
eksternal melalui penguatan infrastruktur pertanian, pengembangan agroindustri
berbasis komoditas unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi petani, serta
penataan zonasi agropolitan yang terintegrasi antara zona produksi, pengolahan,
distribusi, dan lindung guna mendukung keberlanjutan kawasan.
Kata Kunci: Agropolitan Morowali, Strategi Pengembangan, Analisis SWOT.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 22 Jan 2026 07:32
Last Modified: 22 Jan 2026 07:32
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152811
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item