IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AFFIRMATIVE ACTION KETERWAKILAN PEREMPUAN PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SIGI (STUDI KASUS DPC PARTAI GERINDRA)

FADILA PUTRI UTAMI (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AFFIRMATIVE ACTION KETERWAKILAN PEREMPUAN PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SIGI (STUDI KASUS DPC PARTAI GERINDRA). Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Fadila Putri Utami ( B 102 24 055) Dengan Judul Thesis “ Implementasi Kebijakan Affirmative Action Keterwakilan Perempuan Dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sigi (Studi Kasus DPC Gerindra)”. Dibimbing oleh Mustainah dan Asrifai.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kebijakan Affirmative action keterwakilan perempuan dalam Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Sigi (DPRD), dengan fokus studi kasus Dewan Pimpinan Cabang Gerindra (DPC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup variabel komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap implementor), dan struktur birokrasi sebagai kerangka analitis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan affirmative action keterwakilan perempuan di Kabupaten Sigi telah berjalan secara prosedural dan administratif, khususnya dalam pemenuhan ketentuan kuota 30% perempuan pada tahap pencalonan legislatif. Namun demikian, implementasi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan keterwakilan perempuan yang substantif. Pada dimensi komunikasi, kebijakan affirmative action belum terinternalisasi secara ideologis dalam struktur partai politik dan masih dipahami sebagai kewajiban normatif. melainkan masih diposisikan sebagai aturan formal yang harus dipenuhi demi kepatuhan administratif. Pencapaian keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Sigi periode 2024–2029 menunjukkan bahwa kuota minimal 30 persen telah terpenuhi, dengan 10 dari 30 anggota legislatif merupakan perempuan. Hal ini menandai keberhasilan implementasi kebijakan affirmative action di tingkat lokal. Jika dibandingkan dengan tren nasional, keterwakilan perempuan di DPR RI periode yang sama hanya sekitar 22,1 persen, yang berarti Sigi berada di atas angka nasional dalam konteks keterwakilan perempuan.

KataKunci: Affirmative action, Keterwakilan Perempuan, implementasi kebijakan, Edward III.

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Ilmu Administrasi Publik
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Administrasi Publik
Date Deposited: 23 Jan 2026 03:45
Last Modified: 23 Jan 2026 03:45
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152829
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item