NUR INDAH CAHYANI (2026) Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Disekitar Habitat Bertelurnya Burung Maleo Desa Taima, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) adalah satwa endemik Sulawesi yang dikenal karena cara bertelurnya yang unik, yaitu dengan memanfaatkan panas alami dari pasir pantai atau sumber panas bumi untuk mengerami telurnya. Habitat bertelurnya umumnya berada di daerah berpasir yang dekat dengan pantai atau sumber panas, dan kawasan ini biasanya dipenuhi oleh berbagai jenis vegetasi. Keberadaan tumbuhan disekitar habitat tersebut tidak hanya menciptakan mikroklimat yang sesuai bagi perkembangan telur, tetapi juga membantu menjaga kestabilan tanah melalui sistem perakarannya yang mencegah erosi (Alikodra, 1990). Selain itu, vegetasi ini berfungsi sebagai penyangga ekologis dan menyediakan perlindungan alami, baik bagi burung maleo maupun satwa lain yang hidup di sekitarnya. Keanekaragaman jenis tumbuhan di sekitar habitat bertelur burung maleo memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan hidup spesies ini. Berbagai jenis tumbuhan seperti ketapang (Terminalia catappa), pandan laut (Pandanus tectorius), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan semak-semak tropis lainnya sering ditemukan dilokasi bertelur seperti di Desa Taima, yang membantu menciptakan kondisi lingkungan yang stabil dan sejuk.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan dari September hingga Desember 2024 tempat lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Taima Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Petak Berganda pengambilan titik purposive sampling, yang dimana penempatan petak contoh dilakukan secara sengaja berdasarkan lokasi keberadaan jenis tumbuhan dihabitat bertelurnya burung maleo. Pada penelitian ini setiap plot memiliki jarak masing – masing plot 20 meter dengan ukuran plot 20m x 20m, 10m x 10m, 5m x 5m, dan 2m x 2m sehingga menghasilkan jumlah keseluruhan plot menjadi 15 plot pengamatan dan dengan menggunakan analisis data yaitu menuntukan jenis tumbuhan dan menentukan Indeks Nilai Penting suatu jenis tumbuhan.
Hasil identifikasi jenis tumbuhan di Desa Taima diperoleh 20 jenis tumbuhan dari 13 jenis famili sebanyak 15 plot yang dimana jenis tumbuhan Quassia indica (kayu pahit) dan Jisticia sp (semak). Sebagai tumbuhan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, dapat dilihat dari (INP) tingkat pertumbuhan yaitu pada pohon, Quassia indica (kayu pahit) 46,05% tiang : Thespesia populnea (waru laut) 27,1%, pancang : Cycas sp (pakis haji) 17,8?n semai Justicia sp (semak) 20,67%.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:26 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:26 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152858 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

