PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DESA PENYANGGA KAWASAN KONSERVASI (DESA BANCEA) KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH

EVA TODING BUA' (2026) PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DESA PENYANGGA KAWASAN KONSERVASI (DESA BANCEA) KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan obat adalah salah satu cara yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun untuk memenuhi kebutuhan, khususnya dalam mengatasi masalah kesehatan. Pengetahuan tradisional dan kearifan lokal mencakup pengobatan yang berbasis pada tanaman atau tumbuhan. Tumbuhan merupakan organisme hidup yang tumbuh secara alami di alam. Jadi, tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang tumbuh secara alami yang salah satu atau seluruh bagian pada tumbuhan tersebut mengandung zat aktif yang berkhasiat bagi kesehatan yang dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit. Tumbuhan berkhasiat obat adalah jenis tumbuhan yang pada bagian-bagian tertentu baik batang, akar, daun, kulit maupun hasil ekskresinya dipercaya dapat menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit. Jadi, dapat disimpulkan bahwa etnobotani tumbuhan obat adalah bentuk pemanfaatan tumbuhan sebagai obat yang berkhasiat menyembuhkan penyakit oleh masyarakat atau etnis tertentu.
Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Responden merupakan masyarakat yang mendiami Desa Bancea yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Jumlah responden yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 83 KK dengan perwakilan satu orang setiap KK, yang merupakan masyarakat yang mendiami Desa Bancea.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis tumbuhan dari 22 famili, yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Bancea. Tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat berasal dari famili Zingiberaceae dan Lamiaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun dengan persentase 65%. Cara pengolahan yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Bancea yaitu dengan cara direbus dengan persentase sebesar 64,5%. Cara pemanfaatan yang paling banyak digunakan yaitu dengan cara diminum dengan pesentase sebesar 72%. Penyakit yang paling banyak dapat disembuhkan dari seluruh tumbuhan obat yang dimanfaatkan adalah penyakit tekanan/hipertensi dengan jumlah persentase sebesar 15,3%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 23 Jan 2026 07:26
Last Modified: 23 Jan 2026 07:26
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152859
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item