HOLYANSYAH KALASE (2026) KEPADATAN POPULASI DAN HABITAT TANGKASI (Tarsius Dentatus) DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DESA SUNGKU KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
HOLYANSYAH KALASE – L 131 19 079, Kepadatan Populasi Dan Habitat Tangkasi (Tarsius dentatus) Di Kawasan Hutan Sekunder Desa Sungku Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, Dibimbing Oleh Abdul Rosyid, dan I Nengah Korja
Tangkasi (Tarsius dentatus) merupakan primata primitif (Prosimii) dari family Tarsidae yang merupakan satwa endemik Sulawesi. Populasi dan habitat saat ini sedang mengalami gangguan yang dapat menyebabkan penurunan populasi. Bentuk gangguan yaitu perburuan karena dianggap sebagai hama tanaman kebun dan konversi lahan hutan menjadi perkebunan seperti yang terjadi di desa sungku.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kepadatan populasi tangkasi di hutan sekunder di Desa Sungku serta mendeskripsikan karakteristik habitat yang mendukung keberadaan tangkasi di hutan sekunder di Desa Sungku, Pengambilan data kepadatan populsi menggunakan metode transek dan Concertation count, pengambilan data habitat dilakukan dengan menggunkana metode petak berganda yang ditempatkan secara purposive sampling pada setiap tempat bersarang tangkasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan populasi tangkasi di kawasan hutan sekunder Desa Sungku adalah berkisar antara 1 sampai dengan 2 individu/ha. Pada habitat tangkasi di kawasan hutan sekunder desa sungku, suhu udara berkisar antara 22.4°C-26°C dengan kelembaban udara berkisar 86-98%, sedangkan intensitas cahaya yang masuk di habitat tangkasi berkisar 537,4-200 Lux. Pengambilan data pada komponen vegetasi terdapat 56 jenis tumbuhan yang terdiri dari 22 family, yang meliputi 14 jenis tumbuhan tingkat pohon, 16 jenis tumbuhan tingkat tiang, 10 jenis tumbuhan tingkat pancang dan 16 jenis tumbuhan tingkat semai. Hasil perhitungan indeks nilai penting (INP) tertinggi pada tumbuhan yaitu: beringin (Ficus sp) (INP 64,58%), tumbuhan tingkat tiang; Nyatoh (Palaquium obtusifolium Burck) (INP 60,27%), pancang; Bayur (Pterospermum javanicum Jungh) (INP 32,67%) dan semai; Nyatoh (Palaquium obtusifolium Burck) dengan (INP 25,00%).
Kesimpulan kepadatan populasi tangkasi di kawasan hutan sekunder desa sungku menunjukkan populasi yang tidak terlalu padat atau rendah hingga sedang, tetapi masih dalam kisaran populasi yang bisa bertahan di hutan sekunder dengan kondisi tertentu. Sedangkan karakteristik habitat tangkasi di kawasan hutan sekunder desa sungku menunjukan habitat ini memiliki vegetasi yang rapat dan cukup kompleks yang menyediakan tempat berlindung dan sarang (tempat tidur) tangkasi serta pakan yang cukup, sehingga populasi tangkasi dapat bertahan dan berkembang di area tersebut dengan baik
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:40 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:40 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152865 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

