M YUSUF AGIL MUNAWWAR (2026) Hak Waris Anak Luar Kawin Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Dan KUHPerdata. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
M Yusuf Agil Munawwar, D 101 21 628 Hak Waris Anak Luar Kawin Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Dan KUHPerdata Pembimbing I: Dr. Susi Susilawati S.HI., MH, Pembimbing II: H. Ashar Ridwan, Lc. MA.
Anak merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak ternilai dan dambaan bagi keluarga untuk meneruskan keturunan yang lebih baik serta menjadi ahli waris utama dalam masalah pewarisan, jika anak tersebut adalah anak sah maka tidak ada masalah dalam hal pembagian warisannya. Namun yang jadi masalah jika anak tersebut adalah anak yang lahir di luar perkawinan yang sah. Anak luar kawin seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif di dalam masyarakat. Dalam hukum kewarisan Islam, anak luar kawin tidaklah memiliki hubungan nasab dengan ayah biologisnya. Sementara dalam hukum kewarisan barat, anak berhak menjadi ahli waris dari si pewaris jika adanya pengakuan dari ayah biologisnya. Anak dengan berbagai status kelahirannya, harus mendapatkan perlindungan hukum. Ada dua permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pandangan Kompilasi Hukum Islam dan KUHPerdata terhadap kedudukan dan pembagian harta warisan anak luar kawin serta akibat hukum yang timbul terhadap anak tersebut. ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Kompilasi Hukum Islam dan KUHPerdata terhadap kedudukan dan pembagian harta warisan anak luar kawin serta akibat hukum yang timbul terhadap anak tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian, Kedudukan anak luar kawin menurut Kompilasi Hukum Islam hanya memliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya. Sehingga, muncul akibat hukum terhadap anak tersebut, diantaranya tidak berhak atas waris, nafkah, perwalian serta hak keperdataan lainnya dari bapaknya. Sementara perlindungan hukum terhadap anak luar kawin diberikan dengan cara wasiat wajibah, jika ayah biologisnya ingin menjamin kehidupan anak tersebut. Kedudukan anak luar kawin menurut KUHPerdata hanya memiliki hubungan dengan ibu dan keluarga ibunya. Sementara hubungan hukum dengan ayahnya bergantung pada pengakuannya secara sah. Pengakuan tersebut dapat dibuktikan melalui akta kelahiran atau akta notaris. Akibat hukum yang timbul terhadap anak tersebut hanya dalam perolehan warisan. Anak luar kawin memperoleh bagian lebih sedikit dari pada anak sah.
Kata Kunci: Akibat Hukum, Anak luar Kawin, Pembagian warisan
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum Ilmu Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 02:29 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 02:29 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152879 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

