FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS JALUR EVAKUASI DAN TITIK KUMPUL DALAM PENANGANAN SITUASI BENCANA PADA RELOKASI HUNIAN TETAP TONDO 2

SASKIA ANDI SADA (2026) FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS JALUR EVAKUASI DAN TITIK KUMPUL DALAM PENANGANAN SITUASI BENCANA PADA RELOKASI HUNIAN TETAP TONDO 2. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi akibat letak
geografisnya yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik. Peristiwa gempa bumi, tsunami,
dan likuefaksi yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 menimbulkan korban jiwa serta
kerugian besar, sehingga pemerintah melaksanakan relokasi masyarakat ke Hunian Tetap (Huntap)
Tondo 2. Meskipun relokasi telah dilakukan, efektivitas perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul
belum dapat dipastikan berjalan optimal karena masih terdapat berbagai hambatan, antara lain
keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, serta lemahnya koordinasi antar
lembaga.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat efektivitas
perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul dalam penanganan situasi bencana di kawasan Relokasi
Huntap Tondo 2. Fokus penelitian mencakup aspek fisik atau infrastruktur, aspek sosial, dan aspek
kelembagaan yang berperan dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 310 kepala keluarga dan sampel
76 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala
Likert 1–5, observasi lapangan, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara statistik
deskriptif untuk memperoleh skor rata-rata dan indeks tiap indikator.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ketersediaan jalur evakuasi dan titik kumpul dinilai cukup memadai dengan indeks rata-rata
71%–83?n masuk kategori baik hingga sangat baik. Namun demikian, integrasi jalur evakuasi
ke dalam tata ruang belum optimal, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan masih rendah, serta
kegiatan sosialisasi bencana masih jarang dilakukan. Faktor kelembagaan berupa koordinasi antar
instansi dan keterbatasan sumber daya juga terbukti menjadi penghambat utama meskipun
indeksnya berada pada kategori baik (79%–80%).
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul di
Huntap Tondo 2 masih menghadapi kendala dari aspek fisik, sosial, maupun kelembagaan. Oleh
karena itu, perbaikan infrastruktur, peningkatan sosialisasi serta partisipasi masyarakat, dan
penguatan koordinasi lintas lembaga sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi
bencana di kawasan relokasi.
Kata kunci: jalur evakuasi, titik kumpul, efektivitas

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Sipil
T Technology > Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Sipil
Date Deposited: 26 Jan 2026 03:20
Last Modified: 26 Jan 2026 03:20
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152885
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item