MUHAMMAD BASHARULLAH AKBAR (2026) EFEKTIVITAS PUPUK BOKASHI KOTORAN KAMBING DAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Akar Bambu TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN ANGGUR DI KAWASAN WISATA KAPOPO NGATABARU. Magister thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Muhammad Basharullah Akbar, E 20220019. Efektivitas Pupuk Bokashi
Kotoran Kambing Dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Akar
Bambu Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Anggur Di Kawasan Wisata
Kapopo Ngatabaru. Dibimbing oleh Abd. Hadid dan Abdul Rahman, 2025.
Tanaman anggur memiliki prospek yang cerah untuk dibudidayakan dan
dikembangkan di daerah Kota Palu Sulawesi Tengah, karena melihat potensi
agroekologi, ekonomi dan minat masyarakat terhadap buah anggur yang terus
meningkat, baik untuk konsumsi segar maupun produksi anggur olahan. Namun,
untuk mencapai hasil yang optimal, pertumbuhan bibit anggur yang sehat dan
memiliki pertumbuhan yang baik sangat penting. Salah satu faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan bibit adalah pemupukan. Salah satu upaya untuk
meningkatkan produktivitas bibit tanaman anggur dapat dilakukan dengan
pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk menambah unsur hara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit tanaman anggur di
Kawasan Wisata Kapopo Ngatabaru dengan pemberian berbagai dosis pupuk
bokashi kotoran kambing dan PGPR akar bambu, sehingga menjadi acuan untuk
pengembangan bibit tanaman anggur. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama
yaitu dosis pupuk bokashi (A), : A1(10 ton/ha pupuk bokashi) A2 ( 15 Ton/ha
pupuk bokashi) A3 (20 Ton/ha) dan faktor kedua adalah PGPR Akar bambu (B) :
B0 (Tanpa Perlakuan Pgpr Akar bambu) B1 (10 ml/L) B2 (20 ml/L) B3 (30 ml/L).
variable yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan Panjang
sulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dan pengamatan selama
dilapangan efektivitas pupuk bokashi dan Pgpr akar bambu tidak berbeda nyata
pada tanaman anggur dikarenakan kurangnya dosis yang diberikan serta serangan
hama semut dan ulat pada tanaman tersebut. Akan tetapi adanya interaksi pada
pengamatan jumlah daun (helai) pada umur 3 MST hasil uji BNJ 5% menunjukkan
bahwa interaksi pada perlakuan B1A1 menghasilkan jumlah daun lebih banyak dan
berbeda nyata dengan interaksi B1A3 tidak berbeda dengan interaksi B1A2.
Selanjutnya interaksi A3B3 memperlihatkan jumlah daun lebih banyak dan berbeda
dengan A3B1, tetapi tidak berbeda nyata pada perlakuan A3B2 dan pada perlakuan
A3B0.
Kata Kunci : anggur, bokashi, PGPR akar bambu, pertumbuhan
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:18 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 06:18 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152907 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

