THERESYA VITA (2026) NYANYIAN REGO DALAM PELAPISAN SOSIAL PADA MASYARAKAT ADAT NGATA TORO KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Theresya Vita Stambuk B301 21 091 “NYANYIAN REGO DALAM
PELAPISAN SOSIAL PADA MASYARAKAT ADAT NGATA TORO
KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI”, dibawah bimbingan Ibu
Rismawati selaku Pembimbing Utama dan Bapak Hapri Ika Poigi selaku
pembimbing pendamping. Program studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan
Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Rego merupakan sebuah kesenian yang menggunakan vokal sebagai unsur
utamanya serta dibarengi dengan tarian. Nyanyian Rego telah lama hidup dan
berkembang pada etnis kulawi Ngata Toro. Nyanyian Rego dalam masyarakat
Ngata Toro memuat nilai-nilai sosial yang penting untuk menjaga
keseimbangan hidup bermasyarakat, seperti kebersamaan, solidaritas,
penghormatan antar generasi, dan pelestarian identitas budaya. Tujuan
penelitian ini dapat menjelaskan mengenai pemahaman terhadap makna
nyanyian rego dalam pelapisan sosial masyarakat kulawi. Dengan mengacu
pada beberapa fokus penelitian, yaitu: Bagaimana Makna Nyanyian Rego,
Bagaimana Pelapisan sosial dalam Nyanyian Rego pada masyarakat ngata toro.
Penelitian ini mengambil lokasi di Ngata Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten
Sigi.
Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan Deskriptif, yang mana proses pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara mendalam Purposive yaitu; dengan sengaja memilih orang-orang
tertentu yang dapat memberikan informasi mengenai permasalahan penelitian
ini. Dengan mengambil lima informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Rego memiliki makna kontekstual
sesuai dengan acara adat yang dilaksanakan. Rego Pebolai (perkawinan) dan
Rego Petora Tomate (kematian) hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan
(maradika), sedangkan masyarakat biasa tidak menyelenggarakan Rego dalam
kedua acara tersebut. Sebaliknya, Rego Wunca (turun panen) dan Rego Petande
Torata (penyambutan tamu) bersifat terbuka dan dapat dilaksanakan oleh semua
lapisan masyarakat. Perbedaan praktik ini menegaskan adanya pelapisan sosial
yang membedakan antara bangsawan dan masyarakat biasa. Dengan demikian,
Rego tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media sakral
yang mengatur norma adat, menyampaikan pesan moral, serta meneguhkan
hierarki sosial masyarakat adat Ngata Toro.
Kata Kunci: Nyanyia Rego, Makna Rego, Pelapisan Sosial
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 07:44 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152930 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

