PENGARUH SELF EFFICACY DAN SOCIAL SUPPORT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERKULOSIS DI KOTA PALU

JESSICA ANGELINA MANGELA (2026) PENGARUH SELF EFFICACY DAN SOCIAL SUPPORT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERKULOSIS DI KOTA PALU. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Self efficacy menjadi salah satu tantangan dalam keberhasilan penyelesaian pengobatan. Rendahnya keyakinan diri dalam menghadapi efek samping obat, munculnya rasa bosan selama pengobatan jangka panjang, kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi kesehatan, serta kesulitan menjaga konsistensi minum obat dapat menurunkan motivasi penderita tuberkulosis untuk patuh menjalani pengobatan. Social support juga berpotensi menjadi kendala dalam proses pengobatan, terutama pada penderita yang tidak memperoleh dukungan optimal dari keluarga. Minimnya pendampingan, perhatian, serta pemahaman keluarga mengenai tuberkulosis dapat menyebabkan kurangnya dukungan selama pengobatan, sehingga penderita merasa tidak didampingi dan menjalani pengobatan sendiri, yang berdampak pada menurunnya kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self efficacy dan social support dengan kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis di Kota Palu dengan menggunakan desain kuantitatif analitik komparatif dengan pendekatan non-eksperimental. Populasi penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan probability sampling dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi self efficacy berupa medical care management (t = 0,003), support seeking (t = 0,047), dan psychological adjustment (t = 0,038) berpengaruh signifikan dengan kepatuhan minum obat, sedangkan transmission management tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (t = 0,993). Selain itu, seluruh dimensi social support yang meliputi dukungan instrumental (t = 0,031), dukungan informasional (t = 0,045), dukungan penghargaan (t = 0,011), dan dukungan emosional (t = 0,015) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif tenaga kesehatan melalui penguatan konseling, pendampingan berkelanjutan, manajemen gejala, serta peningkatan keterlibatan keluarga untuk meningkatkan keyakinan diri dan dukungan sosial dalam menyelesaikan pengobatan tuberkulosis.
Kata Kunci : Tuberkulosis, Self Efficacy, Social Support

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat
Divisions: Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 27 Jan 2026 03:18
Last Modified: 27 Jan 2026 03:18
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/152956
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item