MAVIRA PUTRI DEWANI (2026) Hambatan Komunikasi Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Inbound Universitas Tadulako Yang Mengalami Culture Shock. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Mavira Putri Dewani (B50121057) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relation Universitas Tadulako. Skripsi Hambatan Komunikasi Interpersonal Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka InboundUniversitas Tadulako Yang Mengalami Culture shock. Dibimbing oleh Fadliah Sebagai Konsultan I dan Donal Adrian Konsultan II.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hambatan komunikasi interpersonal yang dialami mahasiswa inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Tadulako yang mengalami culture shock. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara online, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah lima orang yang terdiri dari tiga mahasiswa inbound dan dua mahasiswa lokal Universitas Tadulako. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa inbound mengalami culture shock sejak awal kedatangan, meliputi bahasa dan dialek, kebiasaan sosial, serta norma pergaulan di lingkungan kampus. Kondisi ini menimbulkan berbagai hambatan komunikasi interpersonal yaitu (a) polarisasi, yakni kecenderungan mahasiswa inboundmenilai perbedaan budaya secara ekstrem sehingga menafsirkan gaya bicara mahasiswa lokal yang tegas sebagai bentuk kemarahan; (b) orientasi intensional, yaitu terbawanya ekspektasi awal mengenai Palu berdasarkan informasi tidak langsung, meski hambatan ini hanya muncul ringan karena persepsi mereka berubah setelah berinteraksi langsung; (c) kekacauan karena menyimpulkan fakta, terlihat dari kecenderungan menarik kesimpulan cepat tanpa bukti, seperti menilai mahasiswa lokal tidak ramah hanya dari nada bicara atau rendahnya intensitas interaksi awal; (d) potong kompas, muncul akibat salah penafsiran makna kata atau ungkapan lokal, sehingga pesan yang diterima tidak sesuai konteks sebenarnya; (e) kesemuan, tampak ketika mahasiswa inbound merasa telah memahami budaya lokal hanya dari pengalaman awal, padahal kondisi sebenarnya jauh lebih kompleks; (f) evaluasi statis, yaitu penilaian terhadap mahasiswa lokal berdasarkan kesan awal dan menganggap karakter tersebut tidak berubah; dan (g) indiskriminasi, dimana mahasiswa inbound menganggap bahwa semua mahasiswa lokal memiliki gaya komunikasi keras dan cepat, hingga kemudian persepsi tersebut terkoreksi seiring meningkatnya intensitas interaksi. Secara keseluruhan, hambatanhambatan ini terjadi akibat perbedaan persepsi budaya, gaya komunikasi, dan minimnya pemahaman konteks lokal pada fase awal adaptasi. Namun, hambatan tersebut berangsur berkurang melalui interaksi berkelanjutan, sikap terbuka, serta peningkatan kemampuan adaptasi budaya mahasiswa inbound.Kata Kunci: culture shock, hambatan komunikasi, Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 07:41 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 07:41 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153185 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

