ALAMSYAH SUNUH (2026) PENGOBATAN TRADISIONAL ETNIK KAILI DI VATUTELA KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Alamsyah Sunuh, B30119112, Judul Skripsi : Pengobatan Tradisional Etnik
Kaili Vatutela di Kecamatan Mantikulore Kota Palu, dibimbing oleh Resmiwaty
sebagai Pembimbing Utama dan Siti Hajar N. Aepu, sebagai Pembimbing
Pendamping Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Penelitian ini membahas tentang pengobatan tradisional etnik kaili di
Vatutela. Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan alasan etnik kaili di
Vatutela masih menggunakan pengobatan tradisional serta bentuk pengobatan
tradisional yang masih dilakukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif.
Jumlah informan sebanyak enam orang yang dipilih secara purposive. Kriteria
pemilihan informan adalah mereka yang masih menggunakan pengobatan
tradisional dan lama menetap di Vatutela. Data dikumpulkan melalui wawancara,
pengamatan, dan sumber literatur sebagai data pelengkap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, alasan etnik kaili di Vatutela masih
menggunakan pengobatan tradisional, karena faktor budaya, yang menjadi tradisi
turun temurun. serta faktor biaya/ekonomi yang belum mampu mereka penuhi jika
berobat ke fasiltas kesehatan modern. Etnik kaili di Vatutela melakukan pengobatan
tradisional dengan metode pengobatan nompengafa (ramuan), nitafuosi (doa-
mantra). Jenis penyakit yang di obati dengan metode pengobatan ini : juaroko/TBC,
nabisu (bisul), ronda-gampuli (gatal-gatal), nakokora (flu/influenza), nabuti (cacar
air. Pengobatan dengan ritual mompipisi dan mampakoni untuk jenis penyakit
gangguan personalitik seperti gangguan mahluk ghaib dan akibat sihir/doti dari
yang berniat jahat. Tanaman obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit
berat, ringan berasal dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, rimpang, akar
dan batang. Bagian daun : daun kelor, sambiloto (daun kena), siranindi (cocor
bebek), kambuasa (pegagan), siranindi/cocorbebek, daun maiana, daun tolapi, daun
katumbara, daun balacai (jarak pagar). Jenis akar : akar kariango dan akar alang-
alang. Jenis rimpang : kunyit, jahe, lengkuas, temulawak. Bagian batang :
sereh/tumbafani, batang alang-alang, batang/kayu kayumbosi, kayu lepopo,dan
galinulipa, kalambasa/manggar kelapa. Pengobatan tradisional etnik kaili di
Vatutela mencerminkan nilai-nilai budaya serta identitas lokal yang masih mereka
pertahankan. Diperlukan kajian ilmiah terhadap jenis-jenis tanaman obat yang
digunakan, guna mengetahui kandungan senyawa aktif serta potensi manfaatnya,
dan dilestarikan sebagai kearifan lokal etnik kaili di Vatutela.
Kata kunci:Pengobatan tradisional, metode pengobatan, etnik kaili di Vatutela
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 11:14 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 11:14 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153271 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

