RATNA (2026) Implementasi Kebijakan Intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan Dalam Penanggulangan Stunting Di Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Magister thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
RATNA P10224037, Implementasi Kebijakan Intervensi 1000 Hari Pertama
Kehidupan Dalam Penanggulangan Stunting Di Puskesmas Kinovaro Kabupaten
Sigi. (Dibawah bimbingan oleh Muh. Ryman Napirah dan Jamaluddin M.
Sakung).
Berdasarkan laporan WHO, Indonesia menempati peringkat ketiga secara global
dengan prevalensi Stunting 19,8% pada 2024, yang berdampak pada sekitar
298.903 balita (Pudjirahaju et al., 2025). 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
merupakan periode emas dari 270 hari kehamilan hingga 730 hari pertama
kehidupan anak, yang krusial bagi perkembangan fisik, kecerdasan, dan kualitas
hidup masa depan. Pada 2024, Kabupaten Sigi berada di urutan kedua tertinggi di
Provinsi Sulawesi Tengah dengan prevalensi Stunting 33,0%, meningkat 6,6?ri
tahun sebelumnya, menambah sekitar 4.537 balita Stunting. Fakta ini menjadi
peringatan serius bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, karena
berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (Kementerian Kesehatan
RI, 2024). Data Puskesmas Kinovaro tahun 2023 mencatat 319 balita di bawah 24
bulan mengalami Stunting, memperkuat urgensi intervensi menyeluruh (Dinas
Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, 2024).
Penelitian ini menganalisis Implementasi Kebijakan 1000 HPK Dalam
Penanggulangan Stunting di Puskesmas Kinovaro menggunakan model Edward III:
komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data
melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari informan
seperti manajemen Puskesmas, pelaksana program, serta kader posyandu.
Hasil menunjukkan implementasi secara keseluruhan berjalan cukup baik. Namun,
kejelasan komunikasi penyampaian informasi perlu ditingkatkan. Sumber daya
petugas dan informasi memerlukan penambahan kuantitas, sementara sumber daya
kader harus ditingkatkan secara kualitas. SOP juga butuh perhatian pengambil
kebijakan melalui penguatan dan pembaruan berkala, agar Puskesmas mamp?
beradaptasi dengan dinamika masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan.
Kata Kunci: Stunting, 1000 HPK, Implementasi Kebijakan, Teori George Edward III
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 03:46 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 03:46 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153395 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

