Kualitas Briket Arang Dari Limbah Kayu Trembesi (samanea Saman) Dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucivera L.) Sebagai Bahan Bakar Alternatif

MOH ZIAUDIN (2026) Kualitas Briket Arang Dari Limbah Kayu Trembesi (samanea Saman) Dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucivera L.) Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

MOH ZIAUDIN – L 131 18 149. Kualitas briket arang dari limbah kayu
Trembesi (samanea saman) dan tempurung kelapa (Cocos nucivera l.) sebagai
bahan bakar alternatif Di Bimbing Oleh Erniwati dan Mutmainnah
Energi biomassa merupakan salah satu jenis sumber energi yang dapat
diperbarui sehingga berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar
alternatif. Jenis energi ini meliputi berbagai limbah seperti limbah kayu, limbah
dari sektor pertanian dan perkebunan, serta bahan dari hasil hutan, contohnya
tempurung kelapa, ampas tebu, bambu, serbuk gergaji, dan sekam kopi. Limbah
ini biasanya hanya dibuang atau dibakar secara langsung yang dapat
menyebabkan pencemaran udara. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah tersebut
menjadi produk bernilai tambah seperti briket arang menjadi solusi yang
menjanjikan. Limbah kayu trambesi dan tempurung kelapa merupakan dua jenis
limbah biomassa yang memiliki karakteristik fisik dan kimia berbeda, yang
diduga akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas briket arang yang
dihasilkan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2025,
Pembuatan arang bertempat di Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas
Tadulako, Sedangkan pengujian kualitas briket arang di Laboratorium Nutrisi dan
Pakan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Model rancangan
percobaan pada penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan lima perlakuan campuran limbah kayu trembesi dan tempurung kelapa,
dimana setiap perlakuan menggunakan proporsi bahan yaitu setiap 50 gram arang
ditambahkan 10 gram tepung tapioka (jumlah perekat 20?ri jumlah arang)
dengan perlakuan sebagai berikut: A = 100% Tempurung Kelapa, B = 100%
Limbah Kayu Trembesi, C = 75% Tempurung Kelapa + 25% Limbah Kayu
Trembesi, D = 50% Tempurung Kelapa + 50% Limbah Kayu Trembesi, E = 25%
Tempurung Kelapa + 75% Limbah Kayu Trembesi. Dengan pengulanagan
sebanyak tiga kali.
Pengujian sifat fisika dan kimia briket mencakup kadar air, kadar abu, kadar
zat mudah menguap, kadar karbon terikat, kerapatan, dan nilai kalor. Hasil
penelitian dengan nilai rata-rata pengujian kualitas briket arang tempurung kelapa
dan limbah kayu trembesi terbaik dari berbagai perlakuan yaitu kadar air pada
perlakuan A = 8,38%, kadar abu pada perlakuan D = 10,96%, kadar zat menguap
pada perlakuan C = 27,64%, kadar karbon terikat pada perlakuan D = 55,47%,
kerapatan pada perlakuan C = 0,24 cm3
dan nilai kalor pada perlakuan A = 8077
kal/g.
Penelitian terdahulu,menurut Hidayat, M., & Muhaji, M. (2024). Metode
yang digunakan adalah dengan melakukan karbonisasi bahan, penggilingan, dan
penyaringan 60 mesh, kemudian melakukan uji laboratorium karakteristik (kadar
air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, nilai kalor, dan kadar karbon terikat).
Hasil penelitian ini menunjukkan kadar air tertinggi pada tepung tapioka sebesar
12,2%, sedangkan terendah pada daun trembesi sebesar 6,1%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 09 Feb 2026 08:03
Last Modified: 09 Feb 2026 08:03
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153418
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item