MICHELLE DEY NATALIE (2026) NEGOTIATING MASCULINITY THROUGH SKINCARE FOR MEN IN PALU CITY. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Michelle Dey Natalie, B 301 21 102, Negosiasi Maskulinitas Melalui
Skincare Pada Pria Di Kota Palu, dibimbing oleh Resmiwati selaku pembimbing
utama dan Citra Dewi selaku pembimbing pendamping.
Penggunaan skincare oleh pria di Kota Palu kini dipahami tidak hanya
sebagai aktivitas merawat kulit, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika budaya
yang berkaitan dengan cara pria memaknai tubuh, penampilan, dan identitas
maskulin mereka. Praktik ini muncul seiring dengan perkembangan budaya visual,
pengaruh media sosial, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan
diri. Melalui skincare, pria tidak hanya berupaya memperbaiki kondisi fisik kulit,
tetapi juga menegosiasikan bentuk maskulinitas yang lebih lentur dan adaptif
terhadap tuntutan sosial modern. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan
masalah: bagaimana pria membentuk dan memaknai citra diri melalui skincare ,
bagaimana perilaku dan praktik penggunaan skincare pada pria di Kota Palu, serta
bagaimana pandangan orang-orang terdekat terhadap pria yang menggunakan
skincare.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive, terdiri
dari empat pria pengguna skincare serta empat orang terdekat mereka, sehingga
total informan berjumlah delapan orang. Analisis penelitian ini menggunakan
kerangka teori body image sebagai teori utama, yang kemudian dihubungkan
dengan teori maskulinitas dan konstruksi sosial untuk menjelaskan bagaimana
praktik perawatan kulit menjadi arena negosiasi identitas dan penampilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan skincare di kalangan pria
di Kota Palu merupakan praktik yang terstruktur dan dilakukan secara konsisten,
baik melalui rutinitas harian maupun pemilihan produk yang disesuaikan dengan
kebutuhan kulit. Skincare menjadi sarana bagi pria untuk memperbaiki kondisi
fisik, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangun citra diri yang lebih positif.
Perawatan diri ini tidak dipandang sebagai ancaman terhadap maskulinitas, tetapi
sebagai bentuk maskulinitas baru yang menekankan kebersihan, kerapian, dan
kesadaran tubuh. Dukungan dari orang-orang terdekat sangat signifikan, mulai dari
rekomendasi produk hingga validasi sosial, sehingga praktik skincare semakin
dianggap wajar dalam kehidupan sosial pria. Meskipun demikian, sebagian kecil
pandangan tradisional tentang maskulinitas masih muncul, tetapi tidak lagi menjadi
hambatan yang dominan.
Kata Kunci : Skincare, Pria, Maskulinitas, Citra Diri, Negoisasi sosial
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 03:33 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 03:33 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153467 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

