SRI NABILA A.BONU (2026) “ ANTARA TRADISIONAL DAN MEDIS ” Antropologi Kesehatan Reproduksi Terhadap Penggunaan Metode Dan Alat Kontrasepsi Pada Ibu - Ibu Desa Lakea 1 Kecamatan Lakea Kabupaten Buol. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Sri Nabila A.Bonu Stambuk B30121088. Program Studi Antropologi Jurusan Ilmu Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tadulako. Judul Skripsi: Antara Tradisional Dan Medis: Studi Antropologi Terhadap Pengetahuan Dan Penggunaan Kontrasepsi Di Kalangan Ibu-Ibu Di Desa Lakea Kecamatan Lakea Kabupaten Buol Sulawesi Tengah. Di bimbing oleh Rismawati selaku pembimbing utama dan Citra Dewi selaku pembimbing kedua.
Kontrasepsi merupakan salah satu upaya yang di digunakan untuk mengatur, serta mencegah kehamilan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Selain itu, kontrasepsi juga membantu menjaga kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga. Dalam masyarakat, pilihan kontrasepsi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga oleh budaya, pengetahuan, kepercayaan, serta peran keluarga dan tenaga kesehatan. Perbedaan antara cara tradisional dan modern menunjukkan cara masyarakat memahami kesehatan reproduksi sesuai budayanya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu-ibu terhadap Jenis-jenis kontrasepsi di Desa Lakea 1 serta (2) untuk mengetahui peran keluarga dan tenaga medis dalam keputusan penggunaan kontrasepsi pada ibu-ibu Desa Lakea 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropologi kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Informan dalam penelitian ini sebanyak delapan informan yang terdiri dari 6 informan utama dan 2 orang informan kunci.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan ibu-ibu di Desa Lakea 1 mengenai jenis-jenis kontrasepsi mencakup kontrasepsi tradisional dan modern. Metode tradisional seperti mogilit tian (pijat perut), dan ramuan herbal seperti Campuran Aing Vhuyuk dan Aing Tongguyapon (Daun siri dan daun tempuyung) adapun Tamayangi dan Marita Jaa (Asam Jawa dan Lada) serta metode Kb Almanap (Kalender) dan Popovhuayan Adiluar (Ejakulasi diluar). Pengetahuan mereka sering kali bercampur antara fakta medis dan kepercayaan turun-temurun, sehingga pemilihan metode tidak semata berdasarkan aspek kesehatan, tetapi juga pertimbangan sosial-budaya. Sementara itu, pengetahuan tentang metode modern seperti alat kontrasepsi pil KB, suntik, implan, IUD, dan MOW semakin meningkat berkat akses layanan kesehatan dan penyuluhan bidan desa. Namun, penerimaan metode modern masih dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan kekhawatiran terhadap efek samping seperti penggunaan Kontrasepsi MOP (Metode Operasi Pria) yang tidak ada penggunanya sama sekali. (2) Keputusan penggunaan kontrasepsi sangat dipengaruhi oleh keluarga, terutama suami, serta dukungan tenaga medis. Suami berperan besar dalam menentukan pilihan metode, di mana dukungan mereka mendorong penggunaan kontrasepsi modern, sedangkan kurangnya dukungan atau kepercayaan pada mitos membuat ibu-ibu cenderung ragu. Di sisi lain, bidan desa berperan penting memberikan informasi, penyuluhan, dan pelayanan kontrasepsi, meski penyuluhan belum merata. Interaksi antara keluarga, budaya lokal, dan tenaga medis inilah yang membentuk pola pemilihan kontrasepsi di Desa Lakea 1.
Kata Kunci: Antropologi Kesehatan, Kontrasepsi, Tradisional, Medis, Ibu-Ibu, Peran Keluarga, Tenaga Medis.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 07:18 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 07:18 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153483 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

