LUKMAN HAKIM (2026) TRANSFORMASI GURU DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA:ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF VAN DIJK. Magister thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Lukman Hakim 2026. “Transformasi Guru dalam Film Budi Pekerti Karya
Wregas Bhanuteja: Analisis Wacana Kritis Perspektif Van Dijk.” Tesis. Program
Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Tadulako.
Pembimbing (1) Agustan, Pembimbing (2) Juniati.
Studi ini bertujuan menganalisis perubahan peran guru dalam film Budi Pekerti
yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, dengan memanfaatkan pendekatan
Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Teun A. van Dijk. Latar belakang penelitian
ini muncul dari fenomena sosial yang menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik
seringkali berhadapan dengan kesulitan dalam mempertahankan martabat dan
fungsi mereka di era digital, di mana media sosial dan pandangan publik dapat
memengaruhi bagaimana masyarakat melihat profesi guru. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis.
Objek dalam penelitian ini adalah film yang berjudul Budi Pekerti. Data berupa
adegan, dialog, serta simbol-simbol sinematik yang berkaitan dengan representasi
profesi guru. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan analisis teks film.
Proses analisis data mengikuti model AWK Van Dijk dalam tiga langkah: (1)
analisis struktur teks untuk memeriksa makro, super, dan mikrostruktur; (2) analisis
kognisi sosial untuk mengeksplorasi pengetahuan, keyakinan, dan sikap sosial;
serta (3) analisis konteks sosial untuk mengidentifikasi hubungan kuasa dan isu
sosial yang mempengaruhi diskursus yang ada dalam film. Berdasarkan hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat struktur teks, film ini menyajikan
makrostruktur berupa kritik sosial mengenai ketidakberdayaan profesi guru di
lingkungan budaya viral, superstruktur yang menciptakan narasi konflik melalui
karakter Bu Prani, serta mikrostruktur yang terdiri dari pilihan kata dan simbol
sinematik yang menegaskan ketidakadilan dalam representasi guru di hadapan
publik. Dalam dimensi kognisi sosial, film ini mencerminkan pengetahuan kolektif
masyarakat mengenai guru sebagai panutan moral, yang terkait erat dengan
keyakinan dan pandangan publik saat mengevaluasi guru berdasarkan potongan
kejadian yang beredar di media sosial. Sementara itu, dalam dimensi konteks sosial,
film ini mengungkapkan hubungan kekuasaan antara media, masyarakat, dan
lembaga pendidikan yang seringkali menempatkan guru sebagai pihak yang rentan
tanpa adanya perlindungan struktural yang memadai.
Kata Kunci : Transformasi, Film, Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk, Guru.
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Pend. Bhs. Indonesia |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Pend. Bhs. Indonesia |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 05:29 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 05:29 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153541 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

