ANALISIS KARAKTERISTIK LUKISAN ANAK - ANAK PENYINTAS LIKUIFAKSI TERHADAP MITIGASI BENCANA ALAM DI SDN 1 PETOBO

I MADE FENGGI ANDREANA (2026) ANALISIS KARAKTERISTIK LUKISAN ANAK - ANAK PENYINTAS LIKUIFAKSI TERHADAP MITIGASI BENCANA ALAM DI SDN 1 PETOBO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

I Made Fenggi Andreana, 2025, Analisis Karakteristik Lukisan Anak – Anak
Penyintas Likuifaksi Terhadap Mitigasi Bencana Alam Di Sdn 1 Petobo
SKRIPSI. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Pembimbing I Yun
Ratna Lagandesa, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Kadek Hariana,M.Pd
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Anak-anak penyintas bencana
pencairan Palu 2018 mengalami trauma psikologis mendalam yang seringkali melebihi
kapasitas artikulasi verbal. Seni visual memberikan jalur alternatif untuk memahami
pengalaman bencana dan keadaan psikologis anak. Penelitian ini mengkaji
karakteristik visual pada lukisan yang dihasilkan oleh penyintas pencairan anak di SDN
1 Petobo untuk memahami bagaimana anak-anak merepresentasikan pengalaman
bencana traumatis melalui ekspresi artistik. Desain deskriptif kualitatif digunakan
dengan pengambilan sampel yang dimaksudkan dari penyintas anak berusia 7-12
tahun. Pengumpulan data melibatkan analisis sistematis lukisan anak-anak, wawancara
semi-terstruktur dengan anak-anak, guru, dan orang tua, dan dokumentasi
observasional. Karakteristik visual dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman, dengan fokus pada kualitas garis, organisasi spasial, elemen simbolis,
bentuk, dan pemilihan warna.
Triangulasi di beberapa sumber data memastikan kepercayaan. Analisis
mengungkapkan pola yang konsisten: garis yang tidak teratur dan putus-putus
menggambarkan ketidakstabilan lingkungan; representasi spasial penampang
menunjukkan internalisasi mekanika pencairan; inklusi universal dari struktur terlantar
dan tokoh yang terancam punah menetapkan narasi trauma bersama; Warna bumi gelap
mendominasi zona bencana sementara warna-warna cerah di ruang pinggiran
menunjukkan harapan yang terpelihara. Khususnya, personel penyelamat tidak ada di
semua lukisan, yang menunjukkan persepsi kerentanan yang sedang berlangsung.
Karya seni pasca-bencana anak-anak berfungsi sebagai teks berlapis-lapis yang
mengkodekan pengalaman traumatis, pemahaman ilmiah, dan keadaan psikologis
secara bersamaan. Temuan memvalidasi pendekatan berbasis seni untuk penilaian
trauma dan mendukung integrasi ekspresi kreatif ke dalam kurikulum pendidikan
bencana.
Kata kunci; gambar anak-anak, trauma bencana, pencairan, ekspresi visual, terapi
seni

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Date Deposited: 02 Mar 2026 01:31
Last Modified: 02 Mar 2026 01:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153607
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item