Analisis Flavonoid, Saponin, Dan Tanin Kue Pie Berbahan Dasar Labu Siam (Sechium Edule) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Makanan Pencegahan Penyakit Jantung

DIAN FATHEAD DWIPUTRI (2026) Analisis Flavonoid, Saponin, Dan Tanin Kue Pie Berbahan Dasar Labu Siam (Sechium Edule) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Makanan Pencegahan Penyakit Jantung. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penyakit jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal, baik secara akut maupun kronis. Dinas Kesehatan Kota Palu melaporkan sebanyak 3.102 kasus gangguan kardiovaskular, yang mencakup 4,32?ri total kasus pada tahun 2021. Salah satu upaya pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal yang memiliki senyawa bioaktif. Labu siam dan daun kelor merupakan bahan pangan lokal yang diketahui mengandung saponin, tanin, alkaloid, dan flavonoid, yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol, menghambat penyerapan lemak, serta mengurangi penimbunan lemak pada pembuluh darah. Pemanfaatan kedua bahan tersebut dalam bentuk produk pangan olahan seperti kue pie masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid, saponin, dan tanin pada kue pie berbahan dasar labu siam dan perasan daun kelor sebagai alternatif pangan selingan untuk pencegahan penyakit jantung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional berbasis uji laboratorium. Analisis dilakukan secara duplo menggunakan metode kolorimetri untuk flavonoid, metode vanilin–asam sulfat untuk saponin, dan metode Folin–Ciocalteu untuk tanin. Tiga formulasi kue pie diuji, yaitu F1 (100 g labu siam dan 50 g perasan daun kelor), F2 (75 g labu siam dan 75 g perasan daun kelor), dan F3 (50 g labu siam dan 100 g perasan daun kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi perasan daun kelor diikuti oleh peningkatan kadar senyawa bioaktif. Formula F3 menghasilkan kadar flavonoid tertinggi sebesar 7,35 mg/100 g, saponin sebesar 25,08 mg/100 g, dan tanin sebesar 36,81 mg/100 g. Penelitian lanjutan perlu mengkaji bioavailabilitas, efek fisiologis, serta penggunaan alat pemanggangan yang optimal

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Date Deposited: 06 Mar 2026 05:59
Last Modified: 06 Mar 2026 05:59
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153753
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item