TOLO TUTUK: STRATEGI PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PRODUK PARANG DI DESA SAMPEKONAN

ALI AMRULLAH (2026) TOLO TUTUK: STRATEGI PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PRODUK PARANG DI DESA SAMPEKONAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Ali Amrullah B30121026 Judul Skripsi: TOLO TUTUK: Strategi Produksi dan
Distribusi Produk Parang Desa Sampekonan. Dibimbing oleh Juraid A. Latif dan
Siti Hajar N. Aepu, Program Studi Antropologi Jurusan Ilmu Sosial Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.
Pandai besi merupakan salah satu warisan tradisional yang berperan penting dalam
kehidupan masyarakat pertanian di Indonesia. Keahlian ini diturunkan dari generasi
ke generasi dan menghasilkan berbagai alat kebutuhan manusia. Di Desa
Sampekonan, pandai besi masih menjadi sumber penghidupan utama dan
mencerminkan identitas budaya Masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini
adalah Bagaimana strategi produksi pembuatan produk parang? Dan Bagaimana
mekanisme distribusi produk parang Desa Sampekonan? Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan
teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Lokasi penelitian ini di
Desa Sampekonan dengan dengan subjek penelitian yaitu pengrajin senior,
pengrajin junior, serta pengepul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produksi parang di Desa Sampekonan
dibangun melalui kombinasi pengetahuan tradisional dan adaptasi terhadap
perubahan ekonomi serta ketersediaan sumber daya. Pengrajin menerapkan strategi
pemilihan bahan baku yang selektif, terutama menggunakan baja pegas bekas
karena memiliki ketahanan tinggi. Ketika terjadi kelangkaan bahan baku, mereka
memperluas jaringan pasokan hingga ke daerah luar sebagai bentuk strategi
adaptasi. Pada tahap pemanasan, para pengrajin memilih arang kayu keras lokal
yang menghasilkan panas stabil sebagai strategi efisiensi energi, menggantikan
arang tempurung kelapa yang semakin mahal. Pemilihan kayu hulu juga dilakukan
secara strategis dengan memilih jenis kayu yang kuat sekaligus nyaman digenggam,
seperti kayu sonokeling dan kayu trembesi atau kayu nangka. Strategi penggunaan
peralatan menunjukkan adanya proses modernisasi bertahap. Alat tradisional seperti
amplas dan penghasil angin manual telah digantikan oleh gerinda listrik dan blower listrik
untuk meningkatkan presisi, efisiensi, serta produktivitas kerja. Dalam proses pembuatan,
strategi utama terletak pada ketepatan pemotongan besi, pengendalian suhu melalui
pengamatan warna besi, serta kerja ritmis dan gotong royong dalam tahap penempaan.
Proses penghalusan menggunakan gerinda menjadi tahapan strategis untuk memastikan
kesimetrisan bilah, sementara teknik pengerasan (ba sopu) melalui pencelupan oli menjadi
penentu utama kekuatan dan ketahanan parang. Pewarisan keterampilan dilakukan secara
turun-temurun sebagai strategi keberlanjutan agar pengetahuan pandai besi tidak hilang.
Pada aspek distribusi, pengrajin menerapkan strategi pemasaran berlapis: penjualan
langsung di bengkel untuk keuntungan optimal, penjualan di pasar mingguan untuk
memperluas jangkauan, kerja sama dengan pengepul untuk menjamin kesinambungan
pasar, serta pemanfaatan media sosial sebagai strategi modern yang efektif dalam
meningkatkan visibilitas produk. Secara keseluruhan, strategi-strategi ini memperlihatkan
kemampuan adaptif pengrajin dalam mempertahankan tradisi sekaligus menyesuaikan diri
dengan tuntutan ekonomi dan perkembangan teknologi.
Kata Kunci: Pandai Besi, Strategi, Produksi, Distribusi, Parang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Date Deposited: 06 Mar 2026 06:36
Last Modified: 06 Mar 2026 06:36
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153760
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item