PEMANFAATAN KULIT BUAH KAPUK RANDU (Ceiba Pentandra) SEBAGAI BAHAN BAKU KARBON AKTIF UNTUK ADSORPSI TDS DAN Cd(II) DALAM AIR

BILKISDAYANTI (2026) PEMANFAATAN KULIT BUAH KAPUK RANDU (Ceiba Pentandra) SEBAGAI BAHAN BAKU KARBON AKTIF UNTUK ADSORPSI TDS DAN Cd(II) DALAM AIR. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Masalah utama dalam pencemaran air adanya kandungan bahan berbahaya
seperti logam berat yang bersifat toksik dan non-biodegradable. Untuk mengatasi
hal tersebut solusi dalam meningkatkan kualitas air adalah proses adsorpsi dengan
memanfaatkan biomassa sebagai bahan baku karbon aktif. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh parameter pirolisis seperti suhu, dan aktivator terhadap
karakteristik karbon aktif dan menentukan kondisi optimum daya adsorpsi dengan
variasi massa, dan waktu. Serta analisis TDS dalam air. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah proses pirolisis, dengan pemanasan bahan biomassa
pada suhu tinggi. Karakteristik dilakukan dengan penentuan kadar air, kadar abu,
gugus fungsi, dan morfologi karbon aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
suhu pirolisis 600°C menghasilkan karbon serta kadar air dan kadar abu sesuai
dengan standar SNI, nilai kadar air yang diperoleh dengan aktivator KOH sebesar
1,7?n pada aktivator H?PO? sebesar 3,7%. Kadar abu pada suhu yang sama
dengan aktivator KOH sebesar 3,3?n pada aktivator H?PO? sebesar 2,6%. Massa
optimum dalam mengadsorpsi Cd(II) pada berat 0,25 gram untuk aktivator KOH
dengan persentase adsorpsi sebesar 99,42%, dan pada berat 0,2 gram untuk
aktivator H?PO? dengan adsorpsi sebesar 98,88%. Waktu kontak optimum adsorpsi
Cd(II) pada 45 menit untuk aktivator KOH dengan adsorpsi sebesar 99,12%, serta
60 menit untuk aktivator H?PO? dengan adsorpsi sebesar 99,67%. Hasil pengukuran
TDS dengan aktivator KOH sebesar 96, 89, 80, 69, dan 56 ppm. Untuk aktivator
H3PO4 sebesar 91, 86, 81, 73, dan 65 ppm. Kapasitas penyerapan karbon aktif untuk
aktivator KOH dan aktivator H?PO? mengikuti isotherm Langmuir sebesar 5,9241
mg/g dan 7,3691 mg/g. Berdasarkan hasil yang diperoleh, aktivasi H3PO4
menghasilkan karbon aktif yang lebih efektif untuk adsorpsi Cd(II), dibandingkan
aktivator KOH karena cenderung menghasilkan karbon aktif dengan luas
permukaan atau mikropori yang tinggi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
L Pendidikan > Pendidikan Kimia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Kimia
Date Deposited: 09 Mar 2026 06:48
Last Modified: 09 Mar 2026 06:48
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/153799
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item