TINJAUAN HUKUM PENGARUH HUKUM AGAMA TERHADAP ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KULAWI SELATAN

FAREN CHRISMAC (2026) TINJAUAN HUKUM PENGARUH HUKUM AGAMA TERHADAP ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KULAWI SELATAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Faren Chrismac (D10121335) Tinjauan Hukum Pengaruh Hukum Agama Terhadap Adat Perkawinan Masyarakat Kulawi Selatan, Pembimbing I: Susi Susilawati S.HI., MH Pembimbing II: Hj. Rosnani Lakunna, SH, MH.
Perkawinan masyarakat adat Kulawi Selatan memiliki nilai-nilai agama yang menjadi pelengkap kesempurnaan sakralnya sebuah perkawinan. Dalam pelaksanaan sebuah acara perkawinan adat, masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi dalam mengatur dan melaksanakan acara adat dengan baik. Perkawinan merupakam hukum keterikatan, sehingga perkawinan adat Kulawi Selatan boleh dianggap sebagai pemersatu keluarga dari pihak laki-laki dan keluarga pihak perempuan. Dari keterikatan perkawinan adat tersebut akan terjalin erat rasa persaudaraan yang saling menghormati satu dengan yang lain. Permasalahan dalam penelitiaan ini ada dua yaitu, 1) bagaimana pelaksanaan perkawinan adat Kulawi Selatan; dan 2) bagaimana pengaruh hukum agama terhadap hukum adat perkawinan Kulawi Selatan? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perkawinan adat masyarakat Kulawi Selatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap bertanya (mempewiwi), peminangan (mekamaro), pelaksanaan perkawinan (memua), dan penerimaan anak mantu (mempatudui). Setiap tahapan prosesi menggunakan bahasa adat sebagai sarana komunikasi sekaligus lambang identitas budaya. Pelaksanaan prosesi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai hukum adat sebagai warisan leluhur yang sakral, meskipun di tengah pengaruh modernisasi yang terus berkembang. Di sisi lain, agama memiliki pengaruh yang signifikan dalam pelaksanaan perkawinan adat tersebut. Melalui proses inkulturasi, nilai-nilai agama terintegrasi dalam setiap tahapan adat, memberikan arah moral dan spiritual dalam pelaksanaannya. Walaupun adat tetap menjadi dasar pelaksanaan perkawinan, agama memberikan batasan tertentu seperti tidak memberkati perkawinan hasil perselingkuhan dan tidak mengizinkan perkawinan di bawah usia sembilan belas tahun. Dengan demikian, adat dan agama saling melengkapi dalam menjaga kesakralan, moralitas, serta kelestarian nilai-nilai budaya masyarakat Kulawi Selatan.
Kata Kunci: Pengaruh agama, Adat perkawinan, Masyarakat Kulawi Selatan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum
Date Deposited: 30 Mar 2026 03:46
Last Modified: 30 Mar 2026 03:46
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/154048
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item